LAPORAN KUNJUNGAN KE BPTO TAWANGMANGU

LAPORAN KUNJUNGAN

BALAI BESAR PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

TANAMAN OBAT DAN OBAT TRADISIONAL (B2P2TOOT)

TAWANGMANGU

24 Agustus 2014

SMK”INDONESIA”

Disusun Oleh:

KELOMPOK XII

ANGKATAN 2014/2015

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN “INDONESIA”

YOGYAKARTA

LAPORAN KUNJUNGAN

BALAI BESAR PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

TANAMAN OBAT DAN OBAT TRADISIONAL (B2P2TOOT)

TAWANGMANGU

24 Agustus 2014

Disusun Oleh :

  1. Amaliasanti Pramitha Dewanti (XC/02)
  2. Arum fujiningsih           (XC/05)
  3. Berida Kholiffatun Afiffah                                                 (XC/06)
  4. Ghina Wintang Alfiana (XC/13)
  5. Labbaika Khoirunnisa                                       (XC/18)
  6. Latifah Nur Fitriani                                       (XC/19)
  7. Munifah Damayanti                                       (XC/21)
  8. Puspita Mayang Yuliani (XC/25)

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN “INDONESIA”

YOGYAKARTA

2014

HALAMAN PENGESAHAN

Laporan kunjungan ke Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu ini telah diterima dan disahkan oleh:

SMK “INDONESIA” Yogyakarta, pada :

Hari                 :

Tanggal            :

Bulan               :

Tahun              :

Mengesahkan,                                                                                        Mengetahui,

Pembimbing I                                         kepala SMK”INDONESIA”

Ibu Sri Murtini                                                Dr.H.Tedjo Yuwono,Apt.

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN “INDONESIA”

YOGYAKARTA

2014

HALAMAN PERSEMBAHAN

Laporan ini kami persembahkan untuk :

  1. Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan ini tanpa kendala suatu apapun.
  2. Orang tua yang telah mendukung adanya kegiatan tersebut.
  3. Drs. Wresniwira selaku Ketua Yayasan SMK”INDONESIA”Yogyakarta.
  4. Dr. H. Tedjo Yuwono, Apt selaku kepala SMK”INDONESIA” Yogyakarta.
  5. Seluruh Bapak/Ibu pamong dan pembimbing.
  6. Bapak/Ibu Kayawan dan pembimbing B2P2TOOT Tawangmangu.
  7. Teman-teman semua yang kami sayangi
  8. Para pembaca yang budiman.

Penyusun

MOTTO

  1. Pikiran adalah cermin kehidupan
  2. Yang membuat kita senang adalah pertempuran meraih kemenangan
  3. Pikiran mempunyai kekuatan yang sama dengan tangan bukan untuk menggenggam dunia, tapi untuk mengubahnya
  4. Ambilah tanggung jawab dan belajarlah dari kegagalan tanpa kehilangan semangat
  5. Keahlian bukanlah melakukan sesuatu yang luar biasa, tetapi melakukan hal biasa dengan cara yang luar biasa
  6. Kesuksesan adalah melewati kegagalan demi kegagalan tanpa kehilangan semangat
  7. Kecerdasan sejati adalah keberanian untuk melangkah maju ketika hasilnya masih belum pasti
  8. Marilah berpikir tentang apa yang harus dilakukan lalu melakukannya
  9. Kuasai pikiran atau kita akan dikuasainya
  10. Kesalahan adalah pelajaran untuk menjadi bijak

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas karunia dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyusun dan menyelesaikan laporan dengan baik dan lancar tanpa halangan suatu apapun.

Laporan ini kami susun berdasarkan hasil pengamatan serta kunjungan kami secara langsung ke lokasi B2P2TOOT Tawangmangu pada tanggal 24 Agustus 2014. Maksud dan tujuan kami dalam menyusun laporan ini selain sebagai tugas juga ingin memberikan pengetahuan bagi para pembaca.

Tak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih kepada bapak/ibu pamong dan pembimbing, serta penyelenggara kegiatan ini sehingga kami dapat menyelesaikan laporan ini.

Meskipun kami telah berusaha semaksimal mungkin dalam penyusunan laporan ini tetapi kami sadar bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan dan mempunyai banyak kekurangan. Oleh sebab itu, kami sebagai penyusun mengharap kritik,saran dan masukan dari semua pihak yang bersifat membangun, agar kami lebih baik lagi.

Kami juga tidak lupa apabila dalam penyusunan laporan ini terdapat hal-hal yang kurang berkenan, banyak terdapat kesalahan dan kekurangan kami segenap tim penyusun mohon maaf yang sebesar-besarnya, semoga laporan ini dapat menambah pengetahuan dan manfaat bagi semua pembaca khususnya mengenai tanaman obat.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Penyusun

 

 

BAB 1

PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG

Kunjungan study tour B2P2TOOT Tawangmangu merupakan salah satu rangkaian Pengenalan Program Study (PPS) yang dilaksanakan setiap tahun ajaran baru di SMK “INDONESIA” Yogyakarta.

Kami sebagai siswa siswi SMK “INDONESIA” Yogyakarta merasa sangat perlu untuk mengetahui dan mengenal lebih lanjut tentang tanaman obat yang berkhasiat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Untuk itu kami berusaha menyelesaikan laporan ini dengan baik agar dapat berguna di kemudian hari dan laporan ini sebagai cerminan hasil kunjungan kamu ke B2P2TOOT Tawangmangu.

  1. Tujuan Study Tour

Adapun tujuan dari kegiatan study tour ini antara lain :

  1. Mengetahui lebih lanjut tentang tanaman obat di B2P2OOT Tawangmangu.
  2. Melihat dan mengamati secara langsung berbagai jenis dan bentuk tanaman obat.
  3. Diharapkan dapat menunjang dalam pelaksanaan proses belajar mengajar
  4. Mengetahui dan memperoleh keterangan atau penjelasan tentang nama simplisisa, familia, tanaman asli, uraian mikroskopik, kandungan zat, kegunaan, bagian yang digunakan, cara penggunaan, cara pengolahan, cara budi daya dan sediaan.
  5. Pelaksanaan

Study tour dilaksanakan setiap ajaran baru di SMK “INDONESIA” Yogyakarta. Pada kesempatan ini study tour jatuh pada tanggal 24 Agustus 2014, Minggu pukul 07.00 sampai dengan pukul 20.00 WIB.

  1. Alasan Pelaksanaaan dan Pemilihan Lokasi

Dalam pelaksanaan kegiatan ini tentunya mempunyai beberapa alasan tentang pelaksanaan dan pemilihan lokasi seperti :

  1. B2P2TO2T merupakan lahan tanaman obat. Tentu saja hal ini erat kaitannya dengan bidang kefarmasian dan obat-obatan
  2. Kegiatan ini adalah wajib bagi kelas I dan merupakan kegiatan rutin setiap tahun
  3. Bagi kelas Iyang dalam hal ini baru paertama kali menenal farmasi, maka diharapakan mempunyai gambaran tentang obat-obatan

Tugas

Peninjauan ke BPTOT siswa kelas 1 mempunyai tugas yang sangat penting, baik di BPTOT maupun setelah kembali.

Ketika di BPTOT semua siswa sesuai dengan dengan kelompok mengadakan wawancara untuk memperoleh keterangan tentang tanaman obat.

Begitu kembali ke sekolah, dari data-data yang diperoleh harus disusun menjadi buku laporan kelompok. Simplisia pun harus segera dikeringkan setelah dikoreksi baenar lalu diketik dan dijilidkan beserta simplisianya.

PENYUSUN

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 2

SEJARAH BPTOT

  1. Balai Besar Pengembangan dan Penelitian Tanaman Obat dan Obat Tradisional

Berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan R.I No. 149 MenKes/SK/IV/1978 tanggal 28 April, Balai Besar Pengembangan dan Penelitian Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu merupakan Unit Pelaksanaan Teknis Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan DepKes RI dipimpin oleh seorang Kepala Balai yang berada di bawah dan bertanggungjawb kepada Kepala Pusat Penelitian dan pengembangan Farmasi

  1. Sejarah BPTOT

Balai Besar Pengembangan dan Penelitian Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu merupakan pengembangan kelembagaan BPTO yang berdiri sejak 1942. Institusi penelitian ini dirintis sejak tahun 1948 dengan nama HORTUS MEDICUS Tawangmangu, yangmerupakan usaha perorangan yang didirikan oleh Alm. RM Santoso yang dibantu oleh Alm. Prof. Dr. Sutarman . Kemudian berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan R.I No. 149 MenKes/SK/IV/1978 tanggal 28 April 1978, nama HORTUS MEDICUS diubah menjadi BPTO

Hortus Medicus Tawangmangu berubah menjadi BPTO (Balai Penelitian Tanaman Obat) sebagai salah satu UPT Pulsitbang Farmasi dan Obat Tradisional Badan Litbangkes. Berdasarkan PP No. 62 tahun 2005 terjadi restruksasi Badan Litbangkes. Pulsitbangkes Pemberantasan Penyakit Biomedis dan Farmasi, sehingga Litbang Obat Tradisional tidak lagi tertampung dalam struktur baru organisasi Badan Litbangkes tersebut.

Oleh karena itguna mendekatkan, Area Litbang Tradisional ke bagian hulunya yaitu tanaman obat, maka secara resmi sejak tanggal 17 Juli 2006, BPTO ditingkatkan setatus kelembagaannya menjadi Balai Besar Perkembangan dan Penelitian Tanaman Obat dan Obat Tradisional berdasarkan Permenkes No. 491/Menkes/Per/VII/2006 dan merupakan UPT di lingkungan Badan Litbangkes.

  1. Tugas dan Fungsi

BPTOOT mempunyai tugas untuk melaksanakan penelitian dan pengembangan tanaman obat dan obat tradisional. Untuk melaksanakan tugas tersebut, Balai Besar Litbang TO dan TO menyelenggarakan fungsi:

  • Perencanaan, pelaksa3naan,evaluasi penelitian dan atau pengembangan di bidang tanaman obat dan obat tradisional.
  • Pelaksanaan eksplorasi, invertariasi dan identifikasi plasma nutfah tanaman obat.
  • Pengembangan IPTEK standarisasi TO dan OT
  • Pengembangan jejaring kerjasama dan kemitraan di bidang TO dan OT
  • Pelaksanaan pelatihan teknis di bidang pembibitan, budidaya, pasca panen, analisis, koleksi specimen tanaman obat, serta uji keamanan dan manfaat obat tradisional
  • Pelaksanaan urusan tata usaha dan usaha rumah tangga
  1. Susunan Organisasi
  • Sub pengembangan tata usaha

Menyiapkan dan menyusun laporan, melaksanakan urusan keuangan, melaksanakan ketatausahaan.

  • Instalasi-instalasi yang meliputi:
  1. Instalasi perkebunan
  2. Instalasi laboratorium
  3. Instalasi simplisia
  4. Kelompok peneliti dan Litkayasa(Penelitian dan Perekayasaan )
  5. Fasilitas/ Sarana

BPTOOT Tawangman sampai saat ini telah memiliki fasilitas atau sarana antaralain berupa laboratorium (gelenika, bioteknologa, fitokimia, farmakologi, farmakognosi, , eksperimental), gedung pasca panen, koleksi simplisia, perkantoran, perpustakaan, mushola, mess peneliti, , gudang dan rumah kaca. Sarana lain berupa kebun “etalase Tanaman Obat”, koleksi tanaman obat pada lokasi 1200 meter di ats permukaan laut seluas 2 ha dan lokasi 1700 meter di atas permukaan laut seluas 12 ha. Sampai saat ini, telah terkoleksi sekitar 950-1000 species tanaman obat yang terdiri dari tanaman keras, perdu, semak, serta semusim.

  1. Kegiatan

Budidaya tanaman obat:

  • Pembibitan
  • Budidaya multilokasi
  • Penetapan SOP(Standard Operating Procedure) budidaya
  • Kultur jaringan
  • Adaptasi ex situ dan in situ
  • Pengolahan koleksi
  • Pelestarian tanaman obat langka
  • Mapping tanaman obat berbasis bioregional
  • Teknologi pembenihan
  • Pengunaan geographic positioning system (GPS) untuk survey
  • Deskripi dan determinasi tanaman obat

Pasca panen tanaman obat      :

  • Teknologi panen
  • Teknologi pengeringan
  • Analisa mutu simplisia
  • Uji stabilisa simplisia
  • Uji kesesuaian simplisia dan wadah pengemas
  • Uji kesesuaian simplisia dan ruang penyimpanan
  1. TENAGA

Tenaga kerja yang ada terdiri dari berbagai disiplin ilmu, antara lain dari farmasi atau apoteker, pertanian atau biologi yang tergabung dalam kelompok penelitian dan perekayasaan atau (Litkayasa) yang berasal dari SLTA, dan terdiri atas SAA, Analisis Farmasi, SMA, dan SMEA. Dengan berbagai pertimbagan, maka untuk jabatan BPTOT di rangkap tenaga fungsional yang bergabung dalam kelompok peneliti, demiian pula halnya dengan kepala sub Tata Usaha

 

 

 

 

 

 

PENYUSUN

BAB 3

WAWANCARA UMUM

  1. Nama lengkap                       : Balai Besar Penelitian dan Perkembangan  Tanaman

Obat dan Obat Tradisional

  1. Alamat lengkap                      : Desa Kaliroso dan Tlogodlingo, kecamatan             Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah
  2. Luas kebun/ jumlah kebun                            : 15 Ha/ 3 tempat
  3. Ketinggian masing-masing lokasi                 : kurang lebih 1.200 m dpl
  4. Jumlah tanaman : 950 tanaman
  5. Jumlah tanaman yang sudah distandarisasi    : 850 tanaman

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SIMPLISIA WAJIB

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. OPIUM
  2. Nama simpllisia:
  • Nama latin     : Opium
  • Nama daerah : Opium, Candu, maemicum
  1. Tanaman asal       :
  • Papaver Somniferum L
  1. Tanaman asal       :
  • Papaveraceae
  1. Isi/zat berkhasiat termasuk persyaratan kadar:
  • Alkaloida terutama morfina terdapat pada narkotika, terbaina, papaverina, dan narselna. Alkaloida tersebut terkait pula asam sulfat, asam laktat, asam mekonat juga berisi zat putij telur, gula, lemak, lender, garam, sulfat fosfor dari logam kalsium dan magnesium.
  1. Uraian mikroskopis
  • Massa bentuk kubus/basa/massa agak bulat agak pipih/berbentuk silindris, kadang-kadang dari bekas daun candu/tomek, bagian luar berwarna coklat tua. Jika bau agak kental, lama-kelamaan menjadi keras dan liat, kadang-kadang menjadi rapuh. Bagian berwarna coklat tuaberbutir kasar/ agak licin di beberapa bagian, warna lebih muda agak berkilau.
  1. Kegunaan/ khasiat:
  • Pengobatan pada gejala mencret, sedative ringan, obat penenang dan obat batuk.
  1. Bagian yang digunakan:
  • Getah kering yang diperoleh dari penorehan buah dan biji.
  1. Cara penggunaan/ takaran:
  • diserbuk/ 20mg-150mg
  1. Cara pegolahan:
  • Beberapa hari setelah daun mahkota ditorehkan garis-garis mendatar tegak lurus/ berpilin seperti kumparan getah yang keluar dibiarkan mongering selama 24 jam, kemudian dikupas dengan pisau tumpul. Umumnya sebagian dari epidermis buah ikut terlepas sekitar 6%-10% dari opiumnya. Pada beberapa daerah, buah candu hanya menghasilkan getah satu kali tapi di Persia dan tempat-tempat lain yang agak panas, penorehan diulang lagi sampai 2-3 kali. Jika udara lembab, hasilnya tetapi kadar airnya juga lebih tinggi.
  1. Cara budidaya:
  • dengan biji an stek batang
  1. Sediaan:
  • Opii Extracktum F. I
  • Opii Pulvis F. I
  • Opii Pulvis Compositus F. I
  • Opii Tinctura F.I
  • Opii Tinctura Aromatika Opiola F. O

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

OPIUM

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. CANNABIS HERBA
  2. Nama simplisia:

Nama latin      : Cannabis Herba

Nama daerah  : Ganja

  1. Tanaman asal       : Cannabis Sativa
  2. Familia : Cannabiaceae
  3. Isi/ zat berkhasiat termasuk persyaratan
  • Tetro Hidro Canabol (THC) terdapat pula 0,3 % minyak aksin(seskoterpan), dammar 0,2 % dan berisi Kanabiola Kanabioniradon .
  1. Uraian mikroskopis :
  • Bergeriri, satu tangkai biasanya terdiri dari 5 daun, massa yang mampat kasar berdebu, terdiri dari putik bertambun daun, berbunga betina betina daun, daun-daun di bagian bawah berhadapan majemuk berjari, terdiri dari 5-7 anak daun berbentuk lidah tombak memanjang, buah berisi 1 butir.
  1. Kegunaan/ khasiat        :
  • Obat penenang/ obat nyeri/ obat bius.
  1. Bagian yang digunakan :
  • Daun dan batang
  1. Cara penggunaan :
  • Dimakan langsung, di serbuk, di seduh dengan air, estrak
  1. Cara pengolahan :
  • Dikeringkan
  1. Cara budidaya:
  • Penaburan biji
  1. Sediaan
  • Simplisia
  • Cannabis Eutramputol
  • Cannabis Tincturatol
  • Linimentum Radlauwerfins

 

 

 

CANNABIS HERBA

 

 

 

 

                                                                                                              

 

 

 

 

 

  1. COCA FOLIUM Efi
  2. Nama Simplisia              :
  • Nama latin        : Coca Folium Efi
  • Nama daerah     : Koka
  1. Tanaman asal                   :
  • Erythroxylan Coca Lamarck Var Spruccanum
  1. Familia                             :
  • Erythroxylacceae
  1. Isi/ zat berkhasiat             :
  • Termasuk persyaratan kadar   : Alkaloida Kokaina (koka jawa). Kadar alkaloida jumlah tidak kurang dari 0,7 %, tatapi hanya 10%-20% dari ini adalah kokaina. Terdapat pula higrina, truxilina (kakamina), benzoil egonina (pada kokain jawa terdapat dua lakaloida lain yaitu siname kokaina dan tropokaina ) minyak atsiri dan berisi metal salisilat sterol-sterol dammar zat warna.
  1. Uraian mikroskopik         :
  • Daun tunggal, bertangkai pendek warna hijau, kuning, helai daun berbentuk jorong lidah tombak, panjang 2-6 cm, lebar 1-2 cm, tidak berambat, tipis, rapuh, ujung daun menciut, tepi daun rata, ibu tulang daun diapit oleh dua rusuk semua
  1. Pemerian                          :
  • Bau lemah mirip the, rasa agakpahit, tidak memualkan
  1. Kegunaan/ khasiat
  • Diambil kokainnya untuk anaestheticum ( pahit rasa), obat penenang
  1. Bagian yang digunakan     :
  • Daun dan biji
  1. Cara penggunaan atau takaran :
  • Untuk penenang dosisnya 15-20 gr
  1. Cara pengolahan               :
  • Dibuat ekstrak ( diabil sarinya ) direbus
  1. Cara budidaya :
  • Dengan biji
  1. Sediaan :
  • Simplisia dan serbuk
  1. Tempat tumbuh :
  • Amerika Selatan, Indonesia

 

 

 

COCA FOLIUM Efi

SIMPLISIA PILIHAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. MORUS ALBA L.
  2. Nama Simplisia :
  • Nama Latin : Morus Alba L
  • Nama daerah : Murbei
  1. Tanaman asal :
  • Mori Folium
  1. Familia :
  • Moraceae
  1. Isi /   zat berkhasiat termasuk kadar persyaratan :
  • Daun murbei mengandung ecdysteroe, inokosterone,lupeol ,β-sitosterol , rutin , moracetin, isoquersetin, scopoletin, scopolin, α-, β-hexenal, cis-β-hexenol,cis-ᵞ-hexenol, benzaldehide, eugenol, linalool, benzyl alcohol, butylamine, acetone, trigonelline, choline, adenin, asam amino, copper,zinc, vitamin (A,B,C dan karoten), asam klorogenik, asam fumarat,asam folat, asam formyltetrahydrofolik, dan mioinositol, juga mengandung phytoestroges.
  1. Uraian mikroskopis :
  • Pohon ,tinggi sekitar 9 meter, percabangan banyak, cabang muda berambut halus. Daun tunggal, letah berseling, bertangkai yang panjangnya 1-24 cm. helai daun bulat telur sampai berbentuk jantung, ujungnya runcing, pangkal tumpul, tepi bergerigi, pertulanagan menyirip agak menonjol, permukaan atas dan bawah kasar, panjang 2,5-20 cm, lebar 1,5-12 cm, warna hijau. Bunga majemuk bentuk tandan,keluar dari ketiak daun, mahkota bentuk taju, warnanya putih.
  1. Kegunaan/ khasiat
  • Sebagai peluruh kentut ( karminatif), peluruh keringat (diaforetik),peluruh kencing (diuretik), mendinginkan darah, pereda demam ( antipiretik), dan menerangkan penglihatan.
  • Memperkuat ginjal, diuretic, peluruh dahak (ekspektoran), hipotensif, penghilang haus, meningkatkan sirkulasi darah dan efek tonik jantung .
  • Sebagai antiasmatik, ekspektoran, diretik, dan menghilangkan bengkak (detumescent)
  • Sebagai karminatif, antipiretik, analgesic, dan merangsang pembentukan kolateral.
  1. Bagian yang digunakan :
  • Daun, ranting, buah, dan kulit akar.
  1. Cara penggunaan takaran :
  • Untuk daun dosisnya 5-10 g sekali rebus, maksimal 20-40 g.
  1. Cara pengolahan :
  1. Cara budidaya :
  • Stek atau okulasi
  1. Sediaan :
  • australis Poir
  • M atropurpurea Roxb
  • M constantinopalitana Poir
  • M rubra Lour

 

 

 

 

 

 

 

MORUS ALBA L.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. CATHARANTHI HERBA
  2. Nama Simplisia
  • Nama Latin : Catharanthi Herba
  • Nama Daerah : Tapak Dara
  1. Tanaman asal :
  • Catharanthus roseus(L.) G. Don
  1. Familia :
  • Apocynaceae
  1. Isi/ zat berkhasiat termasuk persyaratan kadar :
  • Mengandung lebih dari 70 macam alkaloid, termasuk 28 biindole alkaloid.
  • Komponen anti kanker, yaitu alkaloid seperti vincaleukobblastine (vinblastin= VLD), leurocristime (vinkristin =VCR ), vinkadioli, leurosidin, dan katarantin.
  • Alkaloid yang berkhasiat hipoglikemik ( menurunkan kadar gula darah) antara lain leurosin, katarantin, lochnerin, tetrahidroalstonin, vindolin, dan vindolinin.
  1. Uraian mikroskopis :
  • Perdu kecil tahunan, berasal dari Amerika Tengah. Tumbuh baik mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 800 meter di atas permukaan laut. Tumbuhan ini menyukai tempat-tempat yang terbuka, tapi tak menutup kemungkinan bisa tumbuh di tempat yang agak terlindung pula. Habitus perdu tumbuh menyamping, Tinggi tanaman bisa mencapai 0,2-1 meter. Daunnya berbentuk bulat telur, berwarna hijau, tersusun menyirip berselingan. Panjang daun sekitar 2-6 cm, lebar 1-3 cm, dan tangkai daunnya sangat pendek. Batang dan daunnya mengandung lateks berwarna putih.Bunganya aksial (muncul dari ketiak daun). Kelopak bunga kecil, berbentuk paku. Mahkota bunga berbentuk terompet, ujungnya melebar, berwarna putih, biru, merah jambu atau ungu tergantung kultivarnya. Buahnya berbentuk gilig (silinder), ujung lancip, berambut, panjang sekitar 1,5 – 2,5 cm, dan memiliki banyak biji.
  1. Kegunaan/ khasisat :
  • Sebagai anti kanker ( antineoplastic ), menenangkan hati, peluruh kencing (diuretik), menurunkan tekanan darah( hipotensif ), penenang ( sedatif ), menyejukkan darah, penghenti pendarahan ( hemostatis ), serta menghilangkan panas dan racun.
  1. Bagian yang digunakan :
  • Herba dan akar
  1. Cara penggunaan/ takaran :
  • Herba 6-15 g direbus dalam 5 gelas air hingga tersisa 2gelas dengan api kecil
  1. Cara pengolahan :
  • Pemakaian segar atau dikeringkan
  1. Cara budidaya :
  • Dengan biji, stek akar atau batang
  1. Sediaan :
  • Ammocallis rosea Small
  • Lochnera rosea Reich
  • Vnca rosea L.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

CATHARANTHI HERBA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. PIPERIS FOLIUM
  1. Nama simplisia
  • Nama latin : Piper betle L.
  • Nama daerah : Sumatera: Furu kuwe, ranub, belo, demban                          Jawa: seddah, suruh, sere                                                             Kalimantan : uwit, buyu, uduhsifa, sirih                                                   Sulawesi : gapura, baulu, dondili
  1. Tanaman asal : Piper betle
  2. Familia : Piperaceae
  3. Isi / khasiat :
  • Minyak atsiri mengandunghidroksi, kavikl, kavibetol, estragol, eugenol, metileugenol, karvakrol, terpinen, seskuiterpen, fenilpropan, tannin
  1. Uraian mikroskopik :

Daun tunggal, warna coklat, helaian daun berbentuk bulat telur sampai lonjong, ujung runcing, pangkal berbentuk jantung atau agak bundar berlekuk sedikit, pinggir daun rata agak melenkung ke bawah, panjang 5 cm, sampai 18,5 cm, lebar 3 cm sampai 12 cm, permukaan atas rata, licin , mengkilat, tulang daun agak tenggelam, permukaan bawah agak kasar, kusam, tulang daun menonjol, permukaan atas berwana lebih tua dari permukaan bawah. Tangkai daun bulat, warna coklat kehijauan, panjang 1,5 cm sampai 8 cm.

  1. Kegunaan :
  • Anti sariawan, anti batuk, adstrigenin, penguat gigi, antiseptic,menghilangkan bau badan, mimisan, radang mulut, bau mulut, malaria.
  1. Bagian yang digunakan :
  • Daun dan akar
  1. Cara penggunaan :
  • Beberapa helai daun sirih direndam dalam air panas, setelah dingin diminum, atau daun sirih dihaluskan.
  1. Cara pengolahan :
  • Dibuat minuman, ditumbuk halus atau diremas-remas
  1. Cara budidaya :
  • Stek batang atau secara vegetative.
  1. Sediaan :
  • Piper folium extractum ( ekstrak sirih )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PIPERIS FOLIUM

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. APIUM GRAVEOLENS L.

 

  1. Nama simplisia
  • Nama latin             : Apium Graveolens L.
  • Nama daerah             : seledri, saladri, seleri, daun sop, daun soh (Jawa), salada (Sunda )
    1. Tanaman asal             :
  • Eropa
    1. Familia             :
  • Apiaceae
    1. Isi / khasiat             :
  • Herba seledri mengandung Kalori sebanyak 20 kalori/100 gr seledri, Protein 1 gram/100 grseledri,Lemak 0,1 gram/100 gr seledri, Hidrat arang 4,6 gram/100 gr selederi, Kalsium 50 mg/100 gr seledri, Fosfor 40 mg/100 gr seledri, Besi 1 mg/100 gr seledri, Vitamin A 130 SI i/100 gr seledri, Vitamin B1 0,03 mg/100 gr seledri, Vitamin C 11 mg/100 gr seledri
    1. Uraian mikroskopik :
  • Herba tegak, dapat tumbuh lebih dari 2 tahun, daun berpangkal pada batang dekat tanah, bertangkai, dan di bagian bawah sering terdapat daun muda dikedua sisi tangkainya, helaian daun berbentuk lekuk tangan, tidak terlalu dalam, panjang 2-5 cm. lebar 1,5-3 cm, baunya sedap, khas. Batang kaku dan bersiku, berupa batang semu, tinggi tanaman mencapai 25-100 cm. Bunga tersusun majemuk, bertangkai pendek-pendek, bergerombol kecil, berwara hijau sampai hijau keputihan. Buah membulat panjang 1-2 mm berwarna coklat lemah sampai coklat kehijauan suram. Tanaman ini sangat mudah dikenal karena scara luas digunakan sebagai sayuran atau lalapan oleh masyarakat Indonesia.
    1. Kegunaan :
  • Menyuburkan rambut, mengurangi kolesterol, engatasi alergi, mengurangi kolik dan sakit perut, meredakan batuk, mengobati bronchitis, menurunkan tekanan darah, mengatasi mata kering, mengobati reumatik.
    1. Bagian yang digunakan :
  • Daun
    1. Cara pengolahan :
  • Manfaat Daun Seledri Sebagai Obat batuk :
  1. Siapkan daun seledri yang masih segar dan masih utuh, (lengkap dengan batang dan akarnya)
  2. Potong-potong daun seledri tersebut, secukupnya
  3. Rebus daun seledri tersebut, dengan air 3 gelas, sampai mendidih
  4. Saring airnya dan biarkan sampai dingin
  5. Tambahkan madu lebah secukupnya
  6. Bagi menjadi dua bagian dan minum dua kali sehari pagi dan petang
  • Khasiat Daun Seledri Sebagai Obat Rematik :
  1. Ambil satu tangkai daun seledri yang masih segar
  2. Cuci sampai bersih, lalu gunakan daun seledri tersebut untuk lalapan saat makan.
  3. Lakukan setiap hari dengan rutin.
  • Manfaat Daun Seledri Untuk Mengobati mata kering :
  1. Siapkan daun seledri, daun bayam dan daun kelor yang masih segar, kira-kira 1/3 genggam
  2. Cuci bersih
  3. Tumbuh sampai halus ramuan yang sudah kita siapkan tersebut, dan jangan lupa dicampur dengan sedikit garam dapur
  4. Tambahkan dengan sedikit air matang kira-kira 1/3 gelas
  5. Aduk-aduk, kemudian saring dan ambil airnya
  6. Minum air perasan tersebut 3x sehari
  • Khasiat Daun Seledri Untuk Tekanan darah tinggi :
  1. Siapkan 100g daun seledri yang masih segar, kengkap dengan batang, dan akarnya
  2. Cuci bersih daun seledri yang sudah kita siapkan tersebut
  3. Tumbuk sampai halus
  4. Tambahkan 1 gelas air bersih
  5. Rebus air ramuan daun seledri tersebut
  6. Biarkan sampai dingin, selanjutnya bagi menjadi dua
  7. Minum ramuan tersebut dua kali sehari pagi dan sore
    1. Cara pengolahan :
  • Diolah dengan cara diminum sarinya
    1. Cara budidaya :
  • Dengan biji
    1. Sediaan :
  • Apii graveolentis Herba
  • Apii graveolentis Radix
  • Apii graveolentis Folium
  • Apii graveolentis Fruktus

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Apii graveolens L

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. DIGITALIS FOLIUM

 

 

  1. Nama simplisia
  • Nama latin : Digitalis Folium F.I
  • Nama daerah : Daun digitalis
    1. Tanaman asal : Digitalis purpurea
    2. Familia :Schrophulanaceae
    3. Isi/zat berhasiat termasuk persyaratan kadar :
  • Purpurea glukosida A: digutoksina + glukosa, digitoksins Q                     w                     d                                                      digitoksigenino + 3 digitoksosa
  • Purpurea glukosida B: gitoksina + glukosa, gitoksina       gitoksigenina + 3 digitoksosa
  • Gitalina : gitaligenina + 3 digitoksosa

Terdapat pula warna kuning luteolin dan topsir, oksidasi, digipurpidase, ivertase, diastase, abu 7,5 % lebih (max 10 %). Mn 0,9-8,1 mg.

  1. Uraian mkroskopik :
  • Bau lemah
  • Rasa pahit
  • Daun berambut, warna hijau tua keabuan, rapuh, bentuk bulat telur, memanjang sampai bulat telur melebar, panjang 10-40 cm, lebar 4-15 cm, tangkai daun bersayap, tepi daun bergerigi atau beringgit atau tidak beraturan, kadang- kadang bergerigi pucuk daun agak runcing, pangkal daun dekuron.
    1. Kegunaan/ khasiat :
  • Obat jantung, kardiatonika
    1. Bagian yang digunakan :
  • Daun
    1. Cara penggunaan/ takaran :
  • Sehari 100-750 mg, max 1 gr
    1. Cara pengolahan :
  • Dikeringkan
    1. Cara budidaya :
  • Dengan isi
    1. Sediaan :
  • Infusium digitalis FOI
  • Pulvis Digitalis Folii FOI
  • Digitalis Pulvis FI
  • Digitalis Tinctura FI
  • Tinctura Digitalis Cumbelladonnae FOI
  • Suppositoria Cardiotonica FOI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DIGITALIS FOLIUM

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. PANDANIS FOLIUM
  2. Nama simplisia
  • Nama latin : Pandaus Amaryllifolius Roxb
  • Nama daerah : Pandan wangi
  1. Isi/ zat berkhasiat termasuk persyaratan kadar   :
  • Daun pandan mengandung alkaloida saponin, flavonoida, tannin, polifenil, dan zat warna
  1. Uraian mikroskopik :
  • Perdu tahunan, tinggi 1-2 m, batangbulat dengan bekas duduk daun, bercabang, menjalar, akar tunjang keluar di sekitar pangkal memeluk batang, tersusun berbaris tiga dalam garis spiral. Helai daun membentuk pita, tipis, licin,ujung runcing, tepi rata, bertulang sejajar, panjang 40-80 cm, lebar 3-5 cm, berduri temple pada ibu tulang daun permukaan bawah bagian ujung-ujungnya, warna hijau. Bunga majemuk, bentuk bola, diameter 4-7,5 cm, dinding buah berambut, warnanya jingga.
  1. Kegunaan/ khasiat :
  • Daun berkhasiat sebagai tonikum, penambah nafsu makan, dan penenang.
  1. Bagian yang digunakan :
  • Daun
  1. Cara penggunaan :
  • Daun pandan segar sebanyak 2-5 diiris- iris secukupnya lalu direbus atau diseduh, minum. Atau ditumbuk lalu lalu diperas dan diminum. Pemakaian luar, daun dicuci bersih lalu digiling halus. Terapkan pada luka atau kulit kepala berketombe.
  1. Cara budidaya :
  • Dengan tunas
  1. Sediaan :
  • Pandanus amarilyfolius extract (ekstrak daun pandan)

 

 

DAUN PANDAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. PHYLAIS MINIMALIN
    1. Nama Simplisia
  • Nama latin : Phylais minimalin
  • Nama daerah : Ceplukan
    1. Tanaman asal
    2. Familia : Solanaceae
    3. Isi/ zat berkhasiat termasuk persyaratan kadar :
  • Buah : asam sitrun
  • Daun dan kelopak : physaline : C6H12O6
    1. Uraian mikroskopik :
  • Daun tunggal berlekuk, mahkotabunga kuning, buah berbentuk lonceng, bercangap 5 kelopak besar, sampai 2,5 cm
    1. Kegunaan/ khasiat :
  • Obat bronchitis, sakit tenggorokan, bisul, borok, dan sakit buah pelir.
    1. Cara penggunaan :
  • Untuk bronchitis, sakit tenggorokan, dan sakit buah pelir, seluruh bagian tanaman segar 10-15 g dicuci bersih,lalu direbus dengan 3 gelas air hingga menjadi separuhnya. Air rebusan disaring, laludiminum 2 kali sehari @ ¾ gelas

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PHYLAIS MINIMALIN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Setelah kami melakukan kunjungan dan menguraikan hasil penelitian di Balai Besar dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tanaman dan Obat Tradisional Tawangmangu, kami dapat menarik kesimpulan sebagai berikut :

  1. Balai Besar dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tanaman dan Obat Tradisional Tawangmangu, merupakan satu-satunya di Balai Besar dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tanaman dan Obat Tradisional di Indonesia yang paling lengkap di Indonesia.
  2. Kunjungan ke B2P2TOOT dapat memperbanyak pengetahuan yang sangat membantu mengenai berbagai macam tanaman obat dan obat tradisional yang dapat dimanfaatkan oeh masyarakat.
  3. Dengan adanya Karya Wisata ke B2P2TOOT kami tidak hanya dapat melihat tanaman obat dari buku, tetapi dapat melihat secara langsung serta mengamatinya.
  4. Karya Wisata B2P2TOOT selain menambah pengetahuan tentang macam-macam tanaman obat, juga dapat melatih siswa belajar berdiskusi dan bekerjasama.
    1. Saran

Setelah kami melihat langsung, mengamati, dan mengambil simplisia tanaman obat dari B2P2TOOT Tawangmangu, maka dalam kesempatan ini kami ingin memberikan saran kepada pihak B2P2TOOT Tawangmangu. Masukan-masukan tersebut antaaralain sebagai berikut :

  1. Lebih meningkatan pelayanan dan kinerja.
  2. Meningkatkan pemanfaatan lahan yang tersisa
  3. Meremajan tanaman yang sudah mati.
  4. Memperbanyak simplisia, sehingga apabila ingin mengambil sebagai sampel, simplisia tersebut tidak akan punah.

Demikian laporan ini kami susun, kami menyadari bahwa dalam pembuatan laporan ini banyak keterbatasan dan kekurangan sehingga kami sebagai penyusun berharapagar pembaca dapat memaklumi. Kami juga berharap saran dan kritik dari semua pihakdemi penyempurnaan laporan ini. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.google.co.id/#hl=en&sclient=psy

http://id.wikipedia.org/wiki/Koka

http://en.wikipedia.org/wiki/Cannabis_%28drug%29

https://www.google.com/search?q=tanaman+koka&client=firefox-a&hs=Nei&rls=org.mozilla:en-US:official&channel=sb&biw=

http://inkesehatan.blogspot.com/2014/07/10-jenis-tanaman-obat-dan-manfaatnya.html

http://udechi.blogspot.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s