Lirik Lagu Vierra – Pertemuan Singkat + CHORD GITAR

Gm   D#       F
Pertemuan singkat
Gm     D#    A#       F
Dan berjalan sangat cepat
Gm    D#     F
Tidak disangka
Gm  D#       A#          F   D#
Aku langsung terhipnotis olehmu

chorus:
Gm    D#
Setidaknya kamu
A#     F
sempat menjadi milikku
Gm        D#
Meskipun tak lama hal itu
A#      F     D#
telah membuat ku bahagia

Gm    D#      F
Kau buat hidupku
Gm     D#   A#      F
Tak berarti tanpa kamu
Gm   D#        F
Kini kau menghilang
Gm  D#  A#      F       D#
Dan aku terhipnotis olehmu

chorus:
Gm    D#
Setidaknya kamu
A#     F
sempat menjadi milikku
Gm        D#
Meskipun tak lama hal itu
A#      F
telah membuat ku bahagia

D#               F        D     Gm
Dengan masalah besar yang dihadapi
F          D#       F
Segitu saja perjuanganmu.. (untukku)

chorus:
Gm    D#
Setidaknya kamu
A#     F
sempat menjadi milikku
Gm        D#
Meskipun tak lama hal itu
A#      F     D#
telah membuat ku bahagia

Gm   D#       F
Pertemuan singkat
Gm     D#    A#       F  D#
dan berjalan sangat cepat

Iklan

kamus PKN

  1. Abstraksi adalah proses atau perbuatan memisahkan
  2. Agresif adalah bersifat atau bernafsu untuk menyerang
  3. Akses adalah jalan masuk
  4. Aktif adalah giat (bekerja, berusaha)
  5. Akumulasi adalah pengumpulan
  6. Ambisi adalah keinginan (hasrat, nafsu) yang besar untuk menjadi sesuatu
  7. Antisipatif adalah bersifat tanggap terhadap sesuatu yang sedang (akan) terjadi
  8. Antusias adalah bersemangat
  9. Aspirasi adalah harapan dan tujuan pada masa yang akan datang
  10. Bea adalah biaya
  11. Berprestasi adalah mempunyai prestasi dalam suatu hal
  12. Cukai adalah bea yang dikenakan pada barang impor
  13. Dampak adalah pengaruh kuat yang mendatangkan akibat (baik positif maupun negatif)
  14. Defensif adalah bersikap bertahan
  15. Dekade adalah masa 10 tahun; dasawarsa
  16. Deklaratif adalah bersifat pernyataan ringkas dan jelas
  17. Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang dari pemerintah
  18. Demokratisasi adalah pendemokratisasian
  19. Desentralisasi adalah sistem pemerintahan yang lebih banyak memberikan kekuasaan kepada pemerintah daerah
  20. Dinamika adalah gerak (dari dalam)
  21. Disintegrasi adalah keadaan tidak bersatu padu; keadaan terpecah-belah
  22. Diskriminasi adalah pembedaan perlakuan terhadap sesama warga negara (berdasarkan warna kulit, golongan, suku, ekonomi, agama, dan sebagainya)
  23. Domisili adalah tempat kediaman yang sah dari seseorang
  24. Duta adalah orang yang diutus oleh pemerintah untuk melakukan tugas khusus
  25. Efektif adalah dapat membawa hasil
  26. Eksekutif adalah kekuasaan menjalankan undang-undang
  27. Ekspansif adalah dapat atau cenderung meluas
  28. Eksplorasi adalah kegiatan untuk memperoleh pengalaman baru dari situasi yang baru
  29. Ekspresi adalah pengungkapan atau proses menyatakan
  30. Ekstern adalah datang dari luar
  31. Etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang kewajiban moral (akhlak)
  32. Etnis adalah etnik (pertalian dengan kelompok sosial dengan sistem sosial atau kebudayaan yang mempunyai arti atau kedudukan tertentu karena keturunan, adat, agama, bahasa, dan sebagainya
  33. Etos kerja adalah semangat kerja yang menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau suatu kelompok
  34. Evaluasi adalah penilaian
  35. Faktual adalah mengandung kebenaran
  36. Fanatisme adalah keyakinan (kepercayaan) yang terlalu kuat terhadap ajaran (politik, agama, dan sebagainya)
  37. Fiskal adalah berkenaan dengan urusan pajak atau pendapatan negara
  38. Fleksibel adalah luwes; mudah dan cepat menyesuaikan diri
  39. Forum adalah tempat pertemuan untuk bertukar pikiran secara bebas
  40. Global adalah secara umum dan keseluruhan
  41. Horizontal adalah terletak pada garis atau bidang yang sejajar dengan horizon atau garis datar
  42. Idealisme adalah hidup atau berusaha hidup menurut cita-cita
  43. Ideologi adalah paham
  44. Imigran adalah orang yang datang dari negara lain dan tinggal menetap di suatu negara
  45. Imigrasi adalah perpindahan penduduk negara lain ke negara tertentu untuk menetap imperialisme adalah sistem politik yang bertujuan menjajah negara lain untuk mendapatkan kekuasaan dan keuntungan yang besar
  46. Individualistis adalah sesuai dengan kehendak individualis
  47. Inspirasi adalah ilham
  48. Integral adalah mengenai keseluruhannya; meliputi seluruh bagian yang perlu untuk menjadikan lengkap, utuh, dan bulat
  49. Integrasi adalah keadaan tidak bersatu padu
  50. Inteligensi adalah daya reaksi atau penyesuaian yang cepat dan tepat, baik secara fisik maupun mental, terhadap pengalaman baru, membuat pengalaman dan pengetahuan yang telah dimiliki siap untuk dipakai apabila dihadapkan pada fakta atau kondisi baru; kecerdasan
  51. Intern adalah di kalangan sendiri
  52. Intervensi adalah campur tangan dalam perselisihan antara dua pihak
  53. Invasi adalah hal atau perbuatan memasuki wilayah negara lain dengan mengerahkan angkatan bersenjata dengan maksud menyerang atau menguasai negara tersebut
  54. Investasi adalah penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memeroleh keuntungan
  55. Karier adalah pekerjaan yang memberi harapan untuk maju
  56. Kolonialisme adalah paham tentang penguasaan oleh suatu negara atas daerah atau bangsa lain dengan maksud untuk memperluas negara itu
  57. Komparatif adalah berkenaan atau berdasarkan perbandingan
  58. Kompetisi adalah persaingan
  59. Kompetitif adalah berhubungan dengan kompetisi (persaingan)
  60. Konflik adalah pecekcokan; perselisihan; pertentangan
  61. Konkret adalah nyata
  62. Konsekuensi adalah akibat (dari suatu perbuatan, pendirian, dan sebagainya)
  63. Konsuler adalah orang yang memberikan nasihat dengan dibayar (khususnya dalam bidang perpajakan)
  64. Kontinen adalah berkesinambungan
  65. Kontrak adalah perjanjian (secara tertulis) antara dua pihak di perdagangan
  66. Konvensi adalah permufakatan atau kesepakatan
  67. Kooperatif adalah bersifat kerja sama
  68. Kreatif adalah memiliki daya cipta
  69. Landas adalah alas
  70. Level adalah tingkatan; tataran; lapisan
  71. Liberalisasi adalah proses untuk menerapkan paham liberal dalam kehidupan (tata negara dan ekonomi)
  72. Logika adalah jalan pikiran yang masuk akal
  73. Loyal adalah patuh
  74. Mekanisme adalah cara kerja sama suatu organisasi
  75. Memprakarsai adalah mengusahakan, memelopori
  76. Misi adalah perutusan yang dikirim oleh suatu negara ke negara lain untuk melakukan tugas khusus dalam bidang diplomatik, politik, perdagangan, kesenian, dan sebagainya
  77. Moneter adalah berhubungan dengan uang atau keuangan
  78. Motivasi adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu
  79. Naturalis adalah orang yang mengadakan penyelidikan khusus mengenai binatang dan tumbuhan
  80. Navigasi adalah tindakan menempatkan haluan kapal atau arah terbang
  81. Optimal adalah terbaik; tertinggi
  82. Ozon adalah lapisan udara yang terdapat di atmosfer berasal dari oksigen yang mengalami perubahan akibat adanya aliran listrik setelah petir dan guruh silih berganti atau karena pengaruh sinar ultraviolet
  83. Pakta adalah perjanjian internasional
  84. Paradigma adalah kerangka berpikir
  85. Paripurna adalah lengkap
  86. Partisipasi adalah peran serta
  87. Perang dingin adalah perang tanpa mengangkat senjata, hanya saling menggertak
  88. Periodek adalah menurut periode tertentu
  89. Pers adalah orang yang bergerak dalam penyiaran berita
  90. Produktivitas adalah kemampuan untuk menghasilkan sesuatu
  91. Proposional adalah sesuai dengan proporsi; sebanding; seimbang
  92. Proteksionisme adalah paham bahwa ekonomi dalam negeri harus dilindungi pemerintah dari persaingan luar negeri
  93. Radikal adalah secara mendasar
  94. Rasional adalah menurut pikiran dan pertimbangan yang logis
  95. Sentralisasi adalah penyatuan segala sesuatu ke suatu tempat (daerah dan sebagainya) yang dianggap sebagai pusat
  96. Separatisme adalah paham atau gerakan untuk memisahkan diri (mendirikan negara diri sendiri)
  97. Strategis adalah berhubungan strategi
  98. Teori adalah pendapat yang didasarkan pada penelitian dan penemuan, didukung oleh data dan argumentasi
  99. Terisolasi adalah terasing, terpencil
  100. Teritorial adalah mengenai bagian wilayah (daerah hukum) suatu negara
  101. Tradisi adalah adat kebiasaan turun-temurun (dari nenek moyang) yang masih dijalankan dalam masyarakat
  102. Transaksi adalah persetujuan jual beli dalam perdagangan antara dua pihak
  103. Transfer adalah pindah atau beralih tempat
  104. Transnasional adalah berkenaan dengan perluasan atau keluar dari batas-batas negara
  105. Transparan adalah tidak terbatas pada orang tertentu saja
  106. Tren adalah gaya mutakhir
  107. Tunduk adalah menghadapkan wajah ke bawah
  108. Unsur adalah bagian terkecil dari suatu benda
  109. Vertikal adalah tegak lurus dari bawah ke atas atau kebalikannya
  110. Yustisi adalah kehakiman
  111. Zona adalah salah satu dari lima bagian besar permukaan bumi yang dibatasi oleh garis khayal di sekeliling bumi.

kamus PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

A

Abolisi = hak kepala negara untuk menghapuskan hak tuntutan pidana dan menghentikan jika telah dijalankan.
Absolut = Mutlak; tak terbatas
Absolutisme = bentuk pemerintahan tanpa undang-undang dasar atau bentuk pemerintahan dengan semua kekuasaan terletak di tangan penguasa.
Ad hoc = untuk sesuatu maksud tertentu; komisi Ad hoc diartikan sebagai komisi yang dibentuk untuk maksud yang telah ditentukan. Ad hoc juga berarti bersifat sementara.
Adat istiadat = tata kelakuan yang kekal dan warisan turun temurun dari generasi ke generasi lain sehingga kuat menyatu dengan pola-pola perilaku masyarakat.
Adendum = perubahan dilakukan terhadap UUD 1945 dengan tetap mempertahankan naskah asli UUD 1945 (naskah perubahan diletakkan melekat pada naskah asli).
Adil = wajar, yaitu sepadan dan sesuai dengan hak dan kewajiban seseorang
Advokat = Adalah orang yang berprofesi memberi jasa hukum, baik di dalam maupun di luar pengadilan yang memenuhi persyaratan berdasarkan ketentuan Undang-Undang
Advokat = ahli hukum yang berwenang sebagai penasihat atau pembela perkara dalam pengadilan; pengacara
Agama = ajaran, sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.
Agresi = penyerangan suatu negara terhadap negara lain.
Aklamasi = kesepakatan dengan suara bulat; persetujuan tidak lagi melakukan pemungutan suara atau perundingan panjang lebar.
Akulturasi = penyesuaian diri
Akuntabel = Dapat dipertanggungjawabkan
Akuntabilitas = pendekatan dalam pembagian urusan pemerintahan dengan pertimbangan bahwa tingkat pemerintahan yang menangani suatu bagian urusan adalah tingkat pemerintahan yang lebih dekat/langsung dengan dampak dari urusan yang ditangani tersebut.
Amandemen = salah satu hak DPR untuk mengusulkan dan mengadakan pembahasan atas rencana undang-undang yang diajukan oleh pemerintah atau presiden untuk disahkan DPR.
Ambisi = Keinginan ( hasrat yang besar) untuk mencapai sesuatu
Amnesti = pengampunan atau penghapusan hukuman yang diberikan kepala negara kepada seseorang atau sekelompok orang yang telah melakukan tindak pidana tertentu (tahanan politik).
Anak lantib = anak yang berbakat
Anarki = acau-balau, sewenang-wenang
Ancaman = setiap usaha dan kegiatan, baik dari dalam maupun dari luar negeri yang dinilai membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan segenap bangsa.
Ancaman non-tradisional = yaitu yang dilakukan oleh aktor non – negara. Berupa aksi teror, perompakan dan pembajakan, penyelundupan, imigrasi gelap, perdagangan narkotik dan obat obat terlarang, penangkapan ikan secara ilegal, serta pencurian kekayaan.
Ancaman tradisional = yaitu ancaman yang berbentuk kekuatan militer negara lain berupa agresi atau invasi yang membahayakan kemerdekaan, kedaulatan dan keutuhan wilayah negara kesatuan Republik Indonesia.
Angket = daftar pertanyaan tertulis mengenai masalah tertentu dengan ruang untuk menjawab bagi setiap pertanyaan > penyelidikan oleh lembaga perwakilan terdapat kegiatan pemerintah
Apartheid = politik diskriminasi warna kulit yang diterapkan oleh negara Afrika Selatan antara keturunan dari Eropa (kulit putih) dan penduduk kulit berwarna.
Apatis = Acuh tak acuh, masa bodoh
Asas = sesuatu yang menjadi dasar atau cita-cita
Asas Proporsionalitas = adalah asas yang meletakkan segala kegiatan sesuai konteks dan tujuan kegiatan yang dilakukan oleh warga negara, institusi, maupun aparatur pemerintahan yang dilandasi oleh etika individual, etika sosial, dan etika institusional.
Asimilasi = perpaduan, percampuran yang harmonis, penerimaan yang merata
Aspirasi = Pendapat, gagasan, kehendak.
Atheisme = suatu paham yang tidak mempercayai adanya Tuhan

B

Bangsa = Sekelompok manusia yang hidup dengan adanya kehendak bersama yang dilandasi oleh rasa persatuan, dan kesatuan tanah air, bahasa, dan cita-cita.
Bebas = setiap warga negara bebas memutuskan pikiran tanpa tekanan dan paksaan dari siapapun
Bebas aktif = kebebasan poltik untuk menentukan dan menyatakan pendapat sendiri terhadap tiap-tiap persoalan internasional sesuai dengan nilainya masing-masing tanpa memihak kepada suatu bangsa
Bebas dan bertanggung jawab = adalah mengeluarkan pendapat, pandangan, kehendak, atau perasaan yang bebas dari tekanan fisik, psikis, atau pembatasan yang bertentangan dengan tujuan pengaturan tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Bela negara = sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara.
Beradab = berbudi luhur, berkesopanan dan bersusila
Bifurkasi = kekuasaan kehakiman yang terbagi ke dalam dua cabang yaitu peradilan biasa (MA) dan peradilan konstitusi (MK), yang menguji tindakan badan legislatif dan eksekutif sesuai dengan konstitusi.
Bilateral = hubungan suatu negara dengan satu negara lain
Bill of Rights = adalah piagam HAM Inggris yang menyatakan bahwa manusia sama di muka hukum (equality before the law).
Block Grant = pemberian bantuan dana untuk melaksanakan suatu kegiatan tertentu, baik dalam bidang pendidikan, pembangunan sosial politik, hukum atau pembangunan aspek lainnya dengan tujuan untuk mempercepat laju pembangunan.
Body Constitution = batang tubuh Undang-Undang Dasar
Budaya = hasil cipta karya dan karsa manusia yang memiliki unsur, misalnya seni, bahasa, adat istiadat, sistem nilai, sistem kepercayaan dan sistem mata pencaharian.
BW (Burgerlijk Wetboek) = Kitab Undang-Undang Hukum Perdata

C

Chauvinisme = semangat nasionalisme yang berlebihan dan menganggap suku bangsanya lebih hebat daripada suku bangsa yang lain
Checks and Balances = Mengawasi dan menyeimbangkan
Civil Society = Masyarakat sipil
Constituere = Istilah dari bahasa Prancis artinya menetapkan dalam bahasa Indonesia konstitusi.
Constitution = Istilah dari bahasa Inggris arti dalam bahasa Indonesia konstitusi nama lain dari Undang-Undang Dasar.
Core Value = Nilai-nilai inti

D

Daerah otonom = Kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas-batas wilayah, yang berwenang mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasai masyarakat dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia.
De Facto = Pengakuan berdasarkan kenyataan yang ada.
De Yure = pengajuan secara resmi menurut hukum
Declaration des Droits de L’homme et d uCitoyen = adalah piagam HAM yang berisi tentang pelarangan penangkapan secara sewenang-wenang dan menekankan pentingnya asas praduga tak bersalah, kebebasan berekspresi, kebebasan beragama, dan adanya perlindungan terhadap hak milik.
Declaration of Independence = adalah piagam deklarasi kemerdekaan Amerika dari Inggris.
Declaration of Rights = deklarasi hak-hak.
Deklarasi = bersifat pernyataan ringkas dan jelas
Deklaratif = syarat tambahan yang bersifat pemberitahuan kepada masyarakat internasional
Dekolonisasi = penghapusan daerah jajahan
Dekonsentrasi = pelimpahan wewenang pemerintahan oleh Pemerintah kepada gubernur sebagai wakil pemerintah dan/atau kepada instansi vertikal di wilayah tertentu.
Dekrit = Maklumat dari penguasa yang memuat satu keputusan penguasa.
Dekrit Presiden = pernyataan yang dikeluarkan Presiden di mana negara dalamkeadaan darurat
Demokrasi = pemerintahan yang kekuasaanya ada di tangan rakyat atau kekuasaan rakyat
Demokrasi langsung = suatu sistem yang melibatkan seluruh rakyat secara langsung dalam membicarakan atau menentukan suatu urusan negara.
Demokrasi liberal = demokrasi yang dilandasi oleh paham kebebasan individu, dengan mengabaikan kepentingan umum.
Demokrasi Pancasila = demokrasi khas Indonesia yang berasaskan musyawarah untuk mufakat, dengan mengutamakan keseimbangan kepentingan pribadi dan kepentingan umum.
Demokrasi terpimpin = sistem demokrasi dengan kekuasaan eksekutif, legislatif, dan yudikatif berada pada tangan presiden.
Demokrasi tidak langsung = sistem demokrasi dalam menyalurkan kehendaknya, rakyat diharuskan memilih wakil-wakilnya yang akan duduk dalam suatu lembaga perwakilan.
Demokratis = Kehidupan yang bersifat dan bercirikan demokrasi. Kehidupan yang demokratis merupakan kehidupan yang didasari prinsip-prinsip demokrasi.
Demokratisasi = Pendemokrasian
Demonstrasi = pernyataan protes yang dikemukakan secara massal; unjuk rasa
Desa = kesatuan masyarakat hukum yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dalam sistem pemerintahan nasional dan berada di daerah kabupaten.
Desentralisasi = penyerahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintah dalam sistem NKRI
Destruktif = bersifat menjatuhkan
Diktator = kepala pemerintahan yang mempunyai kekuasaan mutlak, biasanya diperoleh melalui kekerasan atau dengan cara yang tidak demokratis.
Diktum = keputusan yang diambil oleh pembuat undang-undang, setelah disebutkan alasan pembentukannya.
Dimensi normatif = nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dikembangkan dalam suatu sistem normatif, sebagai pokok kaidah negara yang fundamental sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.
Dimensi realistis = suatu ideologi harus mampu menampilkan kenyataan hidup yang berkembang dalam masyarakat. Artinya Pancasila tidak hanya berisi ide-ide yang melambung saja, namun realistis disini mampu dijabarkan dalam kehidupan yang nyata dalam berbagai bidang kehidupan.
Dinamis = selalu bergerak mengikuti perkembangan jaman
Dinas daerah = unsur pelaksana pemerintah daerah yang dipimpin oleh kepala dinas.
Diplomasi = perundingan
Diplomatik = hubungan resmi antara negara dan negara.
Disentralisasi = penyerahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Disintegrasi = perpecahan atau pemecahan diri dalam sebuah negara ditandai dengan bentrokan antardaerah, antargolongan, agama, politik, dan lain-lain.
Diskriminasi = sikap membeda-bedakan sesuatu berdasarkan ras, suku, agama dan golongan.
Doktrin = Ajaran (tentang asas-asas suatu aliran politik, keagamaan, pendirian segolongan ahli ilmu pengetahuan, keagamaan, ketatanegaraan) secara bersistem, khususnya dalam kebijakan negara.
Dominan = bersifat sangat menentukan karena kekuasaan, pengaruh
Duta = orang yang mewakili suatu negara di negara lain untuk mengurus kepentingan negara yang diwakilinya, membantu dan melindungi warga negaranya yang tinggal di negara itu.

E

Efektif = dapat membawa hasil atau berhasil guna.
Efisien = tepat atau sesuai untuk mengerjakan (menghasilkan) sesuatu (dengan tidak membuang-buang waktu, tenaga, dan biaya).
Eksekutif = Lembaga pelaksana perundang-undangan; pemerintah.
Eksodus = masyarakat yang ke luar wilayahnya secara besar-besaran karena suatu sebab
Ekstrim = pendirian yang sangat keras dan teguh.
Ektrateritorial = wilayah yang menurut hukum internasional diakui sebagai wilayah kekuasaan suatu negara meskipun wilayah negara tersebut letaknya di negara lain.
Embargo = larangan lalu lintas barang antarnegara.
Emosional Quotient = Kecerdasan yang ada pada otak manusia (terutama otak sebe lah kiri)
Era Otonomi = masa berlangsungnya pemerintahan/perundang-undangan sendiri (masa mangatur rumah tangganya sendiri bagi setiap pemerintah daerah).
Etatisme = paham yang lebih mementingkan negara daripada rakyatnya.
Etika = Berarti watak kesusilaan atau adat atau Ilmu tentang apa yang baik dan buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak)
Etis = sesuatu dengan asas perilaku yang disepakati secara umum.
Exogam = sistem perkawinan masyarakat Tapanuli bahwa untuk mencari jodoh harus di luar marga.

F

Federal = Negara bagian/serikat
Federalisme = paham negara bagian
Feodal = berhubungan dengan susunan masyarakat yang dikuasai oleh kaum bangsawan atau yang memiliki modal.
Feodalisme = sistem sosial atau politik yang memberikan kekuasaan yang besar kepada golongan bangsawan atau sistem sosial yang mengagung-agungkan jabatan, pangkat, atau kedudukan dan bukan mengagung-agungkan prestasi kerja
Filosofis = berdasarkan kajian filsafat
Fiskal = berkenaan dengan urusan pajak atau pendapatan negara
Fluktuasi = gejala yang menunjukkan turun naiknya harga.
Formal = Resmi, legal, sah
Founding Father = pendiri bangsa, bapak bangsa
Free fight liberalism = persaingan bebas yang mengekspresikan manusia atau bangsa lain.
Fungsi legislasi = fungsi membuat undang-undang.

G

G to G = hubungan antara pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain
Genosida = setiap perbuatan yang dilakukan untuk menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bangsa, etnis, atau agama.
Global = Mencakup seluruh dunia
Globalisasi = proses dimana kejadian, keputusan dan kegiatan di salah satu bagian dunia menjadi konsekuensi bagi individu dan masyarakat di daerah lain.
Gotong royong = bekerja secara bersama-sama.
Grasi = ampunan yang diberikan oleh kepala negara kepada orang yang telah dijatuhi hukuman.
Greenpeace = organisasi nirlaba/LSM dunia yang bergerak di bidang penyelamatan lingkungan hidup
Grondwet = Istilah dalam bahasa Belanda, dalam bahasa Indonesia artinya Undang-Undang Dasar.
Gross Domestic Product = Nilai tolal barang atau jasa yang dihasilkan oleh sebuah negara dalam waktu satu tahun.
Gugur gunung = kegiatan penduduk desa untuk mengerjakan pekerjaan yang bersifat untuk kepentingan umum

H

Hak = kewenangan atau kekuasaan pada diri seseorang untuk berbuat sesuatu
Hak Angket = hak untuk mengadakan penyelidikan atas sesuatu kebijaksanaan Presiden atau Pemerintah
Hak asasi manusia = hak dasar yang dimiliki manusia sejak lahir secara kodrat sebagai anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa
Hak Interplasi = hak untuk meminta keterangan kepada Presiden
Hak nisbi = hak yang memberikan wewenang kepada seseorang/beberapa orang tertentu untuk menuntut agar orang/beberapa orang lain memberikan sesuatu, dan melakukan/tidak melakukan sesuatu.
Hakim = Aparat penegak hukum/pejabat peradilan negara yang diberi wewenang oleh Undang-Undang untuk mengadili/ memutus suatu perkara.
Hansip = Kelompok rakyat yang bertugas menjaga keamanan masyarakat dalam lingkungan-lingkungan di daerah.
Hedonisme = Paham yang menganggap kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama dalam hidup.
Hikmat kebijaksanaan = bahwa dalam penggunaan pikiran dan akal sehat selalu memperhatikan persatuan dan kesatuan bangsa, itikad baik, kepentingan umum dan menjunjung nilai-nilai luhur kejujuran, kesadaran, serta tanggung jawab.
Homo Homini Lupus = suatu keadaan yang menggambarkan kehidupan manusia yang kacau, diibaratkan manusia yang satu memangsa manusia lain
Homo Socius = manusia sebagai makhluk sosial
Hubungan internasional = hubungan antar bangsa dalam segala aspeknya yang dilakukan oleh suatu negara untuk mencapai kepentingan nasional.
Hukum = adalah peraturan yang bersifat memaksa yang menentukan tingkah laku manusia dalam lingkungan masyarakat, dibuat oleh penguasa negara, berisi mengikat setiap orang, dan pelaksanaannya dapat ditegakkan dengan segala paksaan oleh alat-alat negara.
Hukum adat = hukum yang terletak dalam peraturan-peraturan kebiasaan (adat).
Hukum alam = hukum yang berlaku dimana-mana dalam segala waktu dan untuk segala bangsa di dunia.
Hukum nasional = hukum yang berlaku dalam suatu negara.
Hukum perdata = peraturan-peraturan hukum yang mengatur hubungan hukum antara orang yang satu dengan orang lain, dengan menitikberatkan pada kepentingan perseorangan mengenai wewenang, tempat tinggal, keluarga dan perkawinan.
Hukum Pidana = hukum yang mengatur perbuatan-perbuatan apa yang dilarang dan memberikan pidana kepada siapa yang melanggarnya serta mengatur bagaimana cara mengajukan perkara ke muka pengadilan.
Hukum Publik = hukum yang mengatur hubungan antara negara dengan alat-alat perlengkapannya atau hubungan antara negara dengan perseorangan (warga negara).

I

Ideologi = Kumpulan gagasan-gagasan, ide-ide, keyakinan-keyakinan yang menyeluruh dan sistematis, yang menyangkut berbagai bidang kehidupan manusia.
Ideologi Doktriner = Ideologi yang ajaran-ajarannya dirumuskan secara sistematis, dan pelaksanaannya diawasi secara ketat oleh aparat partai atau aparat peme-rintah
Ideologi Pragmatis = Ideologia yang jaran-ajarannya tidak dirumuskan secara sistematis dan terinci, namun dirumuskan secara umum hanya prinsip-prinsipnya, dan ideology itu disosialisasikan secara fungsional melalui kehidupan keluarga, system pendidikan, system ekonomi, kehidupan agama dan system politik, serta pelaksanaannya tidak diawasi oleh aparat partai atau aparat pemerinyah melainkan dengan pengaturan pelembagaan (internalization)
Illegal Loging = aksi penjarahan dan pencurian kayu secara tidak sah.
Imigrasi = perpindahan penduduk dari negara lain kenegara tertentu dengan tujuan menetap
Imperialisme = paham untuk menguasai
Implisit = Termasuk di dalamnya, terkandung di dalamnya, tersimpul di dalamnya.
Imunitas = hak untuk mendapat kekebalan hukum
Independen = Netral atau tidak memihak salah satu
Individualisme = Paham yang menganggap diri sendiri lebih penting daripada orang lain.
Infiltrasi = kegiatan penyusupan perorangan atau kelompok melalui celah-celah atau kelemahan-kelemahan dalam wilayah lawan untuk melemahkan atau menghancurkan kekuatan lawan sebagai tindakan pendahuluan bagi suatu penguasaan wilayah lawan
Inkonstitusional = tidak sesuai dengan konstitusi yang berlaku
Inovatif = memperkenalkan sesuatu yang bersifat pembaharuan
Instrumen = alat yang dipakai untuk mengerjakan sesuatu; sarana penelitian untuk mengumpulkan data sebagai bahan pengolahan
Integralistik = paham tentang hakikat negara yang dilandasi dengan konsep kehidupan beragama
Intellectual Quotient = Kecerdasan yang ada pada otak manusia (terutama otak sebe lah kanan).
Interaksi sosial = proses sosial yang menyangkut interaksi antarpribadi dengan kelompok
Interpelasi = Hak meminta penjelasan atau keterangan resmi kepada pemerintah.
Interpersonal = hubungan seseorang dengan orang lain
Intrapersonal = hubungan seseorang dengan diri sendiri/pemahaman terhadap diri sendiri
Invasi militer = adalah penggunaan kekuatan militer secara terbuka oleh suatu negara terhadap negara lain, baik dalam upaya menyelesaikan pertikaian maupun dalam rangka memaksakan tujuan politik.
Investasi = penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan.
Isolasi = menutup diri
Isu = masalah yang dikedepankan (untuk ditanggapi)
Ius Constituendum = Hukum yang dicita-citakan
Ius Contitutum = Hukum positif, hukum yang berlaku disuatu negara tertentu waktu tertentu
Ius Naturale = Hukum yang berlaku di mana-mana dalam segala waktu dan untuk segala bangsa di dunia
Ius Sanguinis = Suatu cara penetapan kewarganegaraan seseorang berdasarkan garis keturunan, yakni garis keturunan orang tuanya tanpa melihat di mana ia dilahirkan
Ius Soli = Sutu cara penetapan kewarganegaraan seseorang berdasarkan tempat kelahiran

J

Jaksa = adalah pejabat fungsional yang diberi wewenang oleh Undang-Undang untuk bertindak sebagai penuntut umum dan pelaksanaan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap serta wewenang lain berdasarkan Undang-Undang
Jender = konstruksi sosial yang dibuat oleh masyarakat terhadap peran laki-laki dan perempuan

K

Kabinet = Badan atau dewan pemerintahan yang terdiri presiden, wakil presiden, dan para menteri
Kaidah = Atau norma atau peraturan-peraturan tingkah laku manusia
Kampanye = Kontes yang dilaksanakan oleh beberapa organisasi politik yang bersaing memperebutkan kedudukan di DPR untuk mendapatkan dukungan di pemilihan umum.
Kamra = kelompok rakyat yang berada di bawah binaan Polri yang berfungsi membantu tugas polisi dalam menjaga keamanan.
Kapitalisme = Paham ekonomi yang modalnya bersumber pada modal pribadi dengan ciri persaingan bebas.
Karakteristik = ciri khas yang dimiliki oleh Pancasila sebagai ideologi, yang membedakannya dengan ideologi-ideologi yang lain
Kasasi = peninjauan kembali terhadap putusan atau penetapan dalam tingkat terakhir dari pengadilan-pengadilan lain dalam semua lingkungan peradilan.
Kasus = keadaan yang sebenarnya dari suatu urusan atau perkara, atau keadaan atau konsisi khusus yang berhubungan dengan seseorang atau suatu hal/perkara.
Keadaan darurat = adalah situasi dan keadaan yang kalau dibiarkan akan mengakibatkan kekacauan keamanan dan kerugian negara yang lebih besar sehingga perlu segera mengambil tindakan untuk mencegah dan mengatasi ancaman militer dan/ancaman bersenjata guna menyelematkan kepentingan nasional.
Keadilan distributif = keadilan yang diterima seseorang berdasarkan jasa dan kemampuan yang telah disumbangkannya.
Keadilan Kodrat alam = keadilan yang bersumber pada hukum alam.
Keadilan Komulatif = keadilan yang berhubungan dengan persamaan yang diterima oleh setiap orang tanpa melihat jasa-jasanya.
Keadilan Konvensional = keadilan yang mengikat warga negara, karena keadilan itu didekritkan melalui suatu kekuasaan khusus atau hukum.
Keadilan moral = keadilan yang dasarnya keselarasan (pengaturan yang memberi tempat yang selaras kepada bagian-bagian yang membentuk suatu masyarakat).
Kebiasaan = adalah suatu perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama.
Kebiasaan normatif = kebiasaan yang berwujud aturan tingkah laku yang berlaku di dalam masyarakat.
Kebijakan = suatu rangkaian konsep dan asa yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan masa suatu pekerjaan.
Kebijakan Publik = Semua kebijakan, yang berkaitan dengan hukum maupun, peraturan perundangan lainnya yang ditujukan untuk kepentingan masyarakat dan dibuat oleh lembaga yang berwenang
Kecerdasan bodily kenestetika = kemampuan untuk melakukan gerak atau sentuhan.
Kecerdasan emosional = kemampuan untuk mengenali perasaan, meraih dan membangkitkan perasaan untuk membantu pikiran, memahami perasaan dan maknanya, serta mengendalikan perasaan secara mendalam sehingga membantu perkembangan emosi dan intelektual.
Kecerdasan intelektual = ukuran kemampuan intelektual, analisis, logika dan rasio seseorang.
Kecerdasan interpersonal = kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, mendelegasikan dan membimbing orang lain.
Kecerdasan intrapersonal = kemampuan untuk menganalisis dan mengevaluasi tentang dirinya, serta mampu memutuskan dan bekerja sendiri.
Kecerdasan linguistik/bahasa = kemampuan berbicara, membaca dan menulis.
Kecerdasan matematika/logika = kemampuan berpikir logis dan matematis, melakukan eksperimen atau percobaan serta membuat teori.
Kecerdasan natural= kemampuan untuk melakukan observasi lingkungan alam.
Kecerdasan visual/spasial = kemampuan menggunakan visual atau alat.
Kedaulatan = Kekuasaan tertinggi pada suatu negara atau organisasi.
Kedaulatan Rakyat = Rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Kejahatan Genosida = adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian kelompk bangsa, ras, kelompok, etnis, dan agama.
Kejahatan Kemanusiaan = adalah perbuatan yang dilakukan sebagai bagian dari serangan terhadap penduduk sipil. Misalnya :pembunuhan, pemusnahan, perbudakan, pengusiran, penyiksaan, perkosaan, penganiayaan, penghilangan orang secara paksa, dan kejahatan apartheid.
Kemerdekaan berpendapat = adalah hak setiap warga negara untuk menyampaikan pikiran dengan lisan, tulisan, dan se-bagainya secara bebas dan bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Kepentingan Nasional = kepentingan dalam mencapai tujuan nasional suatu bangsa
Kepribadian = Sikap pribadi yang tercermin pada sikap seseorang, atau suku bangsa yang membedakan dirinya dari orang lain, ciri-ciri watak yang menonjol.
Kerakyatan= kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat
Kesadaran diri = kemampuan untuk mengenali perasaan dan mengapa kita merasakan seperti itu dan dampak perilaku kita terhadap orang lain.
Kesadaran hukum = keyakinan terhadap kebenaran hukum dan mematuhi hukum yang berlaku.
Ketahanan ekonomi = kondisi kehidupan perekonomian bangsa yang berlandaskan demokrasi ekonomi berasaskan Pancasila
Ketahanan ideologi = kondisi mental bangsa Indonesia yang berlandaskan keyakinan akan kebenaran ideologi Pancasila yang mengandung kemampuan untuk menggalang dan memelihara persatuan dan kesatuan nasional.
Ketahanan nasional = adalah kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa untuk mewujudkan tujuan nasional, menghalau dan menindaklanjuti secara efektif segala ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang ada, baik dari dalam maupun dari luar yang bersifat fisik maupun non-fisik.
Ketahanan politik = kondisi kehidupan politik bangsa yang berlandaskan demokrasi politik berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Kewajiban = keharusan untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu sesuai dengan norma-norma yang berlaku.
Kodifikasi = himpunan berbagai peraturan menjadi undang-undang; hal-hal penyusunan kitab perundang-undangan
Kolonialisme = paham untuk menjajah
Kolusi = pamanfaatan atau kerja sama secara sembunyi-sembunyi (rahasia) melawan hukum antar penyelenggara negara atau antar penyelenggara negara dengan pihak lain yang merugikan orang lain, masyarakat dan atau negara
Komitmen = perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu; kontrak
Komparasi = membandingkan dengan orang lain
Komunal = manusia menurut hukum adat merupakan makhluk dalam ikatan kemasyarakatan yang kuat.
Komunitas = paguyuban, kelompok organisme (orang dan sebagainya) yang hidup dan saling berinteraksi di dalam daerah tertentu
Konflik = proses pencapaian tujuan dengan cara melemahkan pihak lawan, tanpa memerhatikan norma dan nilai yang berlaku
Konkurensi = mengalahkan orang lain/musuh
Konsensus = kesepakatan kata atau permufakatan bersama yang dicapai melalui kebulatan suara.
Konstituante = badan atau dewan yang membentuk undang-undang dasar.
Konstitusi = Hukum dasar tertulis
Konstitusi fleksibel = Sifat konstitusi yang mudah menyesuaikan dengan perkembangan jaman dan dapat diubah dengan cara yang tidak sulit.
Konstitusi rigid = Sifat konstitusi yang sulit menyesuaikan dengan perkembangan jaman dan cara merubahnya melalui cara khusus atau istimewa seperti persetujuan rakyat dalam referendum atau keputusan legislatif dengan suara terbanyak mutlak.
Konstitusional = sesuai dengan konstitusi yang berlaku.
Konstitutif = telah terpenuhinya syarat-syarat utama/pokok secara konstitusional
Konsul = orang yang diangkat dan ditugasi sebagai wakil pemerintah suatu negara dalam mengurus kepentingan perdagangan atau perihal warga negaranya di negara lain.
Kontak Sosial = pengawasan masyarakat terhadap pemerintah agar jalannya pemerintahan sesuai UU dan dapat melindungi hak asasi manusia.
Kontinen = daratan yang berada di bawah permukaan air, di luar lautan teritorial sedalam 200 meter atau lebih
Konvenan = perjanjian yang mengikat negara-negara yang telah menandatanganinya.
Konvensi = Kebiasaan-kebiasaan yang timbul dan terpelihara dalam praktik penyelenggaraan negara meskipun tidak tertulis.
Korupsi = penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan dan lain sebagainya) untuk keuntungan pribadi atau orang lain
Kosmopolitan = memiliki pengetahuan atau wawasan yang luas.
Kratos = Istilah bahasa Latin artinya pemerintah.
Kreatif = upaya memiliki daya cipta dan kemampuan untuk menciptakan suatu hal
Kristalisasi = Perihal menjadi kristal, penghabluran. Penjernihan atau penegasan (biasanya berupa kesimpulan singkat), hal menjadi jernih dan jelas (tentang suatu gagasan dan sebagainya).
Krubutan = kegiatan gotong royong yang berkaitan dengan pertanian, misalnya ketika panen dan perbaikan saluran air.
KUH Perdata = KitabUndang-Undang hukum perdata
KUHAP = Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana
KUHP = Kitab Undang-Undang Hukum Pidana

L

Larangan = keharusan untuk tidak berbuat sesuatu karena akibat-akibatnya dipandang tidak baik.
Legislatif = lembaga pembuat undang-undang.
Lembaga Eksekutif = lembaga yang membuat dan melaksanakan undang-undang.
Lembaga Legeslatif = lembaga membuat undang-undang.
Lembaga yudikatif= lembaga yang mengawasi pelaksanaan undang-undang tertentu.
Liberal = Mengutamakan kebebasan; kebebasan mutlak.
Liberalisme = Aliran ketatanegaraan dan ekonomi yang menghendaki demokrasi dan kebebasan pribadi untuk berusaha dan berniaga
Lobi = kegiatan yang dilakukan seseorang untuk mempengaruhi orang lain dalam kaitannya dengan pemungutan suara menjelang pemilihan ketua sesuatu organisasi, seperti parlemen dan partai politik.

M

Manifestasi = Perwujudan.
Masyarakat = sejumlah manusia dalam arti yang seluas-luasnya dan terikat oleh suatu kebudayaan yang mereka anggap sama.
Matrilineal = pertalian keturunan menurut garis perempuan.
Mediasi = proses pengikutsertaan pihak ketiga dalam penyelesaian suatu perselisihan sebagai penasihat.
Mimbar bebas = kegiatan menyampaikan pendapat di muka umum yang dilakukan secara bebas dan terbuka tanpa tema tertentu.
Modernisasi = proses pergeseran sikap dan mentalitas sebagai warga masyarakat untuk dapat hidup sesuai dengan tuntutan masa kini.
Modus = Cara, teknik
Monarkhi = bentuk pemerintahan yang dikepalai oleh raja.
Monarkhi Absolute = Bentuk pemerintahan dengan kekuasaan tertinggi di tangan seorang raja, yang berkuasa mutlak
Money Politic = usaha untuk memengaruhi dengan memberikan sejumlah uang agar mau mendukung seseorang dalam pemilu atau kegiatan politik lainnya.
Monopoli = Menguasai secara sendirian
Monopsoni = keadaan pasar secara tidak seimbang yang dipengaruhi oleh seorang pembeli.
Monotheis = Orang/individu atau kaum yang menyembah satu Tuhan
Moral = ajaran tentang baik buruknya suatu perbuatan (akhlak).
Mores = Adat atau cara Hidup
Motivasi = Suatu kondisi dalam diri individu yang mendorong individu untuk berbuat mencapai tujuan.
Mufakat = persetujuan, atau kesepakatan.
Multilateral = hubungan suatu negara dengan beberapa negara lain
Multinasional = Berada di banyak negara
Musyawarah = Berunding untuk memecahkan masalah secara bersama sama atas dasar saling menghormati sehingga memperoleh kata sepakat

N

Nasionalisme = paham untuk mencintai bangsa dan negara sendiri.
Naturalis = Suatu cara penetapan kewarganegaraan seseorang berdasarkan proses hukum kewarganegaraan yang berlaku dalam suatu negara (yakni memenuhi persyaratan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan) yang menyebabkan seseorang itu mendapatkan kewarganegaraannya.
Negara = Organisasi disuatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya
Negara hukum = suatu negara yang segala tindakan harus ada dasar hukumnya.
Negara Kesatuan = suatu negara yang daerahnya dibagi dalam provinsi-provinsi yang tunduk pada pemerintah pusat.
Negara Serikat = Negara bersusunan jamak yang terdiri dari beberapa negara bagian.
Nepotisme = Mengutamakan famili, saudara atau kelompoknya tanpa memandang kecakapannya dalam mencapai suatu tujuan.
Nilai = harga yang melekat pada suatu objek; sifat-sifat yang penting atau berguna bagi kemanusiaan
Nilai Dasar = nilai yang bersifat umum, mencakup cita-cita, tujuan, tatanan dasar, dan ciri khasnya.
Nilai Instrumental = penjabaran dari nilai dasar yang merupakan kebijakan dan rencana menindaklanjuti nilai dasar.
Nilai Pancasila = merupakan kebenaran bagi bangsa Indonesia yang tampil sebagai norma dan moral kehidupan bangsa yang ditempa dan dimatangkan oleh pengalaman sejarah bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa yang merdeka, berdaulat dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia
Nilai Praktis = hubungan antara nilai instrumen dengan keadaan nyata, dalam wujud kenyataan sehari-hari.
Non formal = Tidak resmi.
Norma = aturan atau ketentuan yang mengikat warga kelompok masyarakat, dipakai sebagai perpaduan, tatanan, dan pengendalian tingkah laku yang sesuai dan diterima
Norma agama = peraturan yang diterima sebagai perintah, larangan dan anjuran yang berasal dari Tuhan.
Norma hukum = aturan yang mengatur kehidupan manusia bersama dalam masyarakat, dibuat oleh penguasa negara.
Norma kesopanan = peraturan yang timbul dari pergaulan segolongan manusia, norma ini bersumber pada budaya masyarakat dan merupakan kebiasaan sehari-hari yang dilaksanakan secara terus menerus.
Norma kesusilaan = peraturan yang dianggap sebagai suara hati nurani manusia.
Nusantara = dari kata nusa dan antara, adalah istilah yang digunakan untuk menyebut kepulauan Indonesia sebelum nama Indonesia populer digunakan. Akan tetapi, selama ini masih tetap digunakan misalnya untuk hal budaya, sistem kepercayaan, adat istiadat, dan kepentingan bersama.

O

Onrechtmatigedaad = perbuatan yang bertentangan dengan hukum
Opini = pendapat, pikiran, atau pendirian seseorang
Oportunis = sikap yang hanya mendasarkan pada perhitungan laba dan rugi, dan tidak berdasarkan cita-cita hukum
Organisasi = kesatuan yang terdiri dari bagian-bagian (orang-orang) dalam perkumpulan untuk tujuan tertentu. Indonesia secara sukarela atas dasar kesamaan kegiatan, profesi, fungsi, agama, dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, untuk berperan
Organisasi massa = organisasi yang dibentuk oleh anggota masyarakat serta dalam pembangunan dalam rangka mencapai tujuan nasional dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.
Organisasi politik = organisasi yang digunakan oleh perorangan atau kelompok sebagai sarana komunikasi politik yang menyampaikan usul kebijaksanaan masyarakat kepada pemerintah sehingga menjadi kebijakan umum.
Otonom = hak dan kekuasaan untuk menentukan arah tindakannya sendiri.
Otonomi = Otonomi berasal dari kata auto yang berarti sendiri, dan nomos yang berarti rumah tangga, jadi otonomi adalah daerah yang diberikan kewenangan untuk mengatur atau mengurus rumah tangganya sendiri.
Otonomi daerah = hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur serta mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Otoritas = wewenang yang sah untuk melakukan tindakan atau membuat peraturan untuk memerintah orang lain.
Otoriter = menggunakan wenang kekuasaan dengan cara sewenang-wenang
Outsourcing = maklon, menyerahkan pekerjaan ke luar/ke pihak lain

P

Pamflet = surat selebaran
Parlemen = badan yang terdiri atas wakil-wakil rakyat yang dipilih dan bertanggung jawab atas perundang-undangan dan pengendalian anggaran keuangan negara; dewan perwakilan rakyat
Parlementer = suatu sistem pemerintahan di mana pertanggungjawaban para menteri-menteri kepada parlemen
Partai Oposisi = partai politik yang tidak ikut serta dalam kabinet atau pemerintahan.
Partai politik = suatu kelompok yang mempunyai cita-cita yang sama untuk memperoleh kekuasaan dan kedudukan politik.
Partikularisme = sistem yang mengutamakan kepentingan pribadi di atas kepentingan umum, aliran politik, ekonomi, atau kebudayaan yang mementingkan daerah atau kelompok, khususnya kelompok sendiri dan bersifat sukuisme.
Partisipasi = Berturut serta dalam suatu kegiatan.
Patriotik = semangat heroisme (kepahlawanan).
Patriotisme = sikap seseorang yang bersedia mengorbankan segala-galanya untuk kejayaan dan kemakmuran tanah airnya; semangat cinta tanah air.
Pawai = adalah cara penyampaian pendapat di muka umum dengan arak-arakan di jalan umum.
Pelanggaran hak asasi manusia.= setiap perbuatan yang secara melawan hukum mengurangi, menghalangi, membatasi dan atau mencabut hak asasi manusia.
Pelopor = orang yang pertama merintis atau pembuka jalan (pionir).
Pemerintah = sekelompok orang yang diberikan tugas dan wewenang untuk menjalankan roda pemerintahan.
Pemerintah daerah = satuan kekuasaan politik di daerah yang melayani kebutuhan warga masyarakat di daerah.
Pemerintah pusat = presiden RI yang memegang kekuasaan pemerintah negara RI sebagaimana dimaksud dalam UUD 1945
Pemerintahan = alat kelengkapan pemerintah yang melaksanakan fungsi negara.
Pemerintahan daerah = penyelenggaraan pemerintahan Daerah Otonom oleh Pemerintah Daerah dan DPRD menurut asas desentralisasi.
Pemerintahan demokratis = pemerintah mendapat kekuasaan dari rakyat.
Pendapat = adalah buah gagasan atau buah pikiran.
Pendapatan daerah = semua hak daerah yang diakui sebagai penambah nilai kekayaan bersih dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan
Penduduk = mereka yang bertempat tinggal atau berdomisili di dalam suatu wilayah negara.
Pengabdian sesuai profesi = adalah pengabdian warga negara yang mempunyai profesi tertentu untuk kepentingan pertahanan negara termasuk dalam menanggulangi dan/atau memperkecil akibat yang ditimbulkan oleh perang, bencana alam, atau bencana lain.
Pengadilan HAM Ad Hoc = yaitu lembaga pengadilan yang memiliki kewenangan melakukan proses peradilan terhadap para pelaku pelanggaran HAM berat yang diberlakukan surut (retroaktif) sebelum berlakunya UU Nomor 26 Tahun 2000 tentang pengadilan HAM.
Pengakuan de facto = Pengakuan berdasarkan kenyataan (fakta)
Pengakuan de jure = Pengakuan terhadap sahnya suatu negara menurut hukum Internasional.
Penuntut Umum = Adalah jaksa yang diberi wewenang oleh Undang-Undang ini untuk melakukan penuntutan dan melaksanakan penetapan hakim
Penuntutan = suatu cara atau proses perbuatan menuntut sesuatu.
Penyelidikan = usaha memperoleh informasi melalui pengumpulan data.
Penyidikan = usaha dari kepolisian dan kejaksaan dalam pemeriksaan pendahuluan untuk mencari dan mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti yang menyangkut suatu tindak pidana.
Peraturan daerah = peraturan yang ditetapkan oleh kepala daerah bersama dengan DPRD.
Peraturan presiden = peraturan yang dibuat presiden untuk melaksanakan pemerintahan negara atau peraturan pemerintah.
Perbuatan hukum = segala perbuatan manusia yang secara sengaja dilakukan oleh seseorang untuk menimbulkan hak dan kewajiban
Permanen = Tetap, tidah berubah, tidak hilang, tidak rusak.
Permissive = serba boleh, serba bebas
Permusyawaratan = bahwa untuk mencapai suatu keputusan hendaknya berdasarkan kehendak rakyat, melalui musyawarah dan mufakat.
Pertahanan Negara = segala usaha untuk mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah Negara, keselamatan segenap bangsa dari ancaman dan gangguanterhadap keutuhan bangsa dan negara
Perwakilan = tata cara yang mengikutsertakan rakyat dalam pengambilan keputusan dengan mengambil bagian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melalui lembaga perwakilan rakyat.
Philosofische Gronslag = Dasar Falsafah Negara, suatu dasar untuk mengatur penyelenggaraan negara
Pluralisme = keadaaan masyarakat yang majemuk.
Politik = Sesuatu yang berkaitan dengan kebijaksanaan yang dijalankan oleh pemerintah untuk mengatur negara dan bangsa.
Politik luar negeri = suatu tindakan dan atau kebijakan pemerintah untuk mencapai tujuan tertentu dalam hubungannya dengan bangsa lain.
Pornografi = istilah untuk gambar-gambar jorok, mengumbar aurat
Portofolio = kumpulan dokumen yang, merupakan hasil rekam jejak terhadap hasil karya siswa yang terseleksi sesuai dengan kepentingan mata pelajaran
Potensi = Kemampuan yang memiliki kemungkinan untuk dikembangkan.
Potensi Daerah = potensi fisik dan nonfisik dari suatu daerah/wilayah seperti penduduk, sumber daya alam, sumber daya buatan dan sumber daya sosial.
Potensi diri = Kemampuan seseorang yang sifatnya masih tersimpan.
Praduga tak bersalah = Anggapan bahwa tertuduh tidak bersalah sampai dibuktikan dipengadilan
Pragmatis = berisfat praktis dan berguna bagi umum atau bersifat mengutamakan segi kepraktisan dan kegunaan (kemanfaatan)
Prakarsa = Inisiatif atau usaha (tindakan, gagasan, dan sebagainya)
Prerogratif = hak istimewa yang dimiliki presiden tanpa persetujuan DPR dapat memberikan grasi abolisi, amnesti, dan rehabilitasi
Presidensiil = Kabinet (pemerintahan) yang dipimpin Presiden atau sistem pemerintahan yang dipegang dan dikendalikan langsung oleh Presiden.
Prestasi = hasil yang dicapai.
Prestasi diri = hasil yang telah dicapai oleh seseorang melalui pemberdayaan potensi dan kecerdasan yang dimiliki secara optimal.
Primordialisme = paham yang mengutamakan kepentingan asal usul kelompoknya, aliran, golongan, daerah, dan agama
Proklamasi = Pengumuman kepada seluruh rakyat. Pengumunan tersebut terutama pada hal-hal yang berhubungan dengan ketatanegaraan.
Proporsional = sesuai dengan proporsi; sebanding, seimbang; berimbang
Protokoler = hak untuk mendapatkan ketataupacaraan secara formal
Publik = masyarakat banyak/umum, fungsi publik adalah fungsi untuk melaksanakan urusan kepentingan masyarakat banyak

R

Radius = wilayah yang mengelilingi suatu tempat yang berjarak sama dari titik pusatnya
Rakyat = kumpulan manusia yang disatukan oleh rasa persamaan dan bersama-sama mendiami suatu wilayah negara.
Rapat umum = adalah pertemuan terbuka yang dilakukan untuk menyampaikan pikiran dan pendapat dengan tema tertentu.
Ratifikasi = pengesahan suatu dokumen negara oleh parlemen, khususnya pengesahan undang-undang, perjanjian antarnegara, dan persetujuan hukum internasional
Rechtstaat = negara berdasarkan atas hukum
Referendum = penyerahan suatu masalah kepada orang banyak supaya mereka menentukannya atau penyerahan suatu masalah supaya diputuskan dengan cara pemungutan suara umum
Reformasi = perubahan secara drastis untuk perbaikan bidang sosial, politik, atau agama di suatu negara atau masyarakat
Regeling = perundangan.
Regional = Bersifat daerah, kedaerahan
Rehabilitasi = pemulihan nama baik.
Rekam Jejak = hasil kegiatan atau aktivitas siswa yang dikumpuilka secara selektif.
Rekomendasi = untuk minta perhatian bahwa orang yang disebut dapat dipercaya.
Replik = jawaban penuntut (jaksa) atas tangkisan terdakwa atau pengacaranya.
Represif = menekan, mengekang, menahan, atau menindas
Republik = bentuk pemerintahan yang berkedaulatan rakyat dan dikepalai oleh seorang presiden.
Res Communis = bahwa lautan itu adalah milik masyarakat dunia sehingga tidak dapat diambil atau dimiliki oleh masing-masing negara.
Res Nullius = konsepsi yang menyatakan bahwa laut itu dapat diambil dan dimiliki oleh masing-masing negara.
Reshuffle = perombakan/perubahan susunan
Retribusi = pungutan uang untuk pemerintah (kota) proja dan sebagainya, sebagai balas jasa; akan ditarik dari setiap kendaraan yang lewat dijalan itu.
Revolusioner = Perubahan dengan cara kekerasan
Rezim = tata pemerintahan negara; pemerintahan yang berkuasa
Rigid = kaku
Rule of law = Negara hukum; berdasarkan hukum.

S

Sanksi = tindakan atau hukuman bagi orang yang melanggar ketentuan atau orang yang tidak menepati perjanjian.
Sekretariat Daerah = lembaga yang dipimpin sekretaris daerah yang diangkat oleh gubernur atas persetujuan DPRD.
Sekularisme = Paham atau pandangan yang berpendirian bahwa moralitas tidak perlu didasarkan pada ajaran agama
Sentralisasi = penyatuan sistem pemerintahan yang dilakukan secara terpusat.
Separatisme = gerakan pemisahan wilayah/negara
Sishankamrata = sistem pertahanan keamanan dengan komponen-komponn yang terdiri dari seluruh potensi, kemampuan, dan kekuatan nasional yang bekerja secara total, integral, serta berlanjut dalam rangka mencapai ketahanan nasional.
Sistem = perangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas
Sistem Parlementer = Sistem pemerintahan yang kekuasaan untuk menjalankan urusan pemerintahannya berada di tangan menteri-menteri yang bertanggung jawab kepada Parlemen.
Social Relation = Hubungan Sosial
Sosialisme = paham atau ideologi yang menghendaki menghapuskan hak milik perseorangan dan menggantikannya dengan hak milik bersama yang dikontrol oleh negara
Spiritual = istilah yang berkaitan dengan keagamaan
Spiritual Quotient = Kecerdasan yang bertumpu pada bagian dalam diri manusia yang berhubungan dengan kearifan di luar ego atau jiwa sadar
Sportif = berani mengakui kekalahan dan kesalahan
Staatsfundamentanorm = Pokok kaidah negara yang mendasar
Subak = organisasi masyarakat kesatuan adat (di Bali), yang terdiri dari para pemakai saluran air dan tambak kolektif.
Subsisdi = Bantuan uang dan sebagainya kepada suatu organisasi atau perkumpulan dari pemerintah.
Supremacy of law = dalam negara hukum, yang berdaulat atau yang memiliki kekuasaan tertinggi adalah hukum.

T

Teritorial = mengenai bagian wilayah suatu negara.
Terminologi = Peristilahan (tentang kata); tata istilah; Ilmu mengenai batasan-batasan atau definisi-definisi istilah.
Terorisme = istilah suatu gerakan/perbuatan meneror, merusak, mengancam keamanan
Toleransi = sifat atau sikap toleran.
Traktat = hukum yang ditetapkan oleh negara-negara di dalam perjanjian antar negara.
Transfer = pengalihan kewenangan urusan pemerintahan dari pemerintahan pusat kepada pemerintahan di daerah
Transformasi = Perubahan nilai (dari sikap negatif ke positif, dari tidak bisa menjadi bisa)
Transnasional = lintas bangsa
Tugas Pembantuan = Penugasan dari pemerintah kepada daerah dan/atau provinsi kepada kabupaten/kota dan/atau desa serta dari pemerintah kabupaten/kota kepada desa untuk melaksanakan tugas tertentu.

U

Ubi societas ibi ius = di mana ada masyarakat di situ ada hukum.
Undang-Undang = Peraturan perundang-undangan yang dibuat oleh DPR dengan persetujuan bersama Presiden
Unik = berbeda dengan lainnya
Unitarisme = paham negara hukum republik (kesatuan).
Universal Declaration of Human Rights = pernyataan Hak Asasi Manusia sedunia.
Unjuk rasa = adalah kegiatan yang dilakukan seseorang atau lebih untuk mengeluarkan pikiran, pendapat dengan lisan dan tulisan secara demonstratif di muka umum.
Unsur deklaratif = bahwa dalam rangka memenuhi unsur tata aturan pergaulan internasional yang bersifat formalitas suatu negara haruslah memperoleh pengakuan dari negara lain.
Unsur konstitutif = bahwa dalam suatu negara haruslah memiliki unsur rakyat, wilayah, dan pemerintahan yang berdaulat.
Upaya pembelaan Negara = sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada negara RI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara.

V

Vacum Of Power = kosongan kekuasaan
Voting = putusan yang diambil berdasarkan suara terbanyak

W

Warga negara = mereka yang berdasarkan hukum tertentu adalah anggota dari suatu negara atau mereka yang menurut undang-undang diakui sebagai warga negara atau dapat melalui proses naturalisasi.
Wawasan Nusantara = cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya berdasarkan ideologi nasional yang dilandasi oleh Pancasila dan UUD 1945 yang merupakan aspirasi bangsa Indonesia yang merdeka, berdaulat, dan bermanfaat, serta menjiwai tata hidup dan tindak kebijakan dalam mencapai tujuan nasional.
Weltanschauung = petunjuk hidup; pedoman hidup; pandangan hidup.
Westernisasi = pemujaan terhadap budaya Barat yang berlebihan.

Y

Yudikatif = badan yang berwenang mengadili atas pelanggaran terhadap undang-undang
Yudisial = berhubungan dengan hukum dan undang-undang
Yuridis = Secara hukum; menurut aturan hukum
Yurisprudensi = Putusan hakim terdahulu yang kemudian diikuti dan dijadikan pedoman oleh hakim-hakim lain dalam memutus suatu perkara yang sama

Z

Zona ekonomi eksklusif (ZEE) = wilayah laut dari suatu negara pantai yang batasnya 200 mil laut diukur dari garis pangkal laut wilayah Indonesia
Zoon Politicon = Manusia ditakdirkan sebagai mahluk sosial dan dikodratkan untuk hidup bermasyarakat.

Sistem Transportasi/Peredaran Darah pada Manusia

Guru NgeBlog

Sistem transportasi manusia

Transportasi ialah proses pengedaran berbagai zat yang diperlukan ke seluruh tubuh dan pengambilan zat-zat yang tidak diperlukan untuk dikeluarkan dari tubuh.
Alat transportasi pada manusia terutama adalah darah. Di dalam tubuh darah beredar dengan bantuan alat peredaran darah yaitu jantung dan pembuluh darah.
Selain peredaran darah, pada manusia terdapat juga peredaran limfe (getah bening) dan yang diedarkan melalui pembuluh limfe.
Pada hewan alat transpornya adalah cairan tubuh, dan pada hewan tingkat tinggi alat transportasinya adalah darah dan bagian-bagiannya. Alat peredaran darah adalah jantung dan pembuluh darah.

Lihat pos aslinya 426 kata lagi

KATA BAKU DAN TIDAK BAKU

A

1. aktif = aktip
2. ambulans = ambulan
3. analisa = analisis
4. andal = handal
5. anggota = angauta
6. antre = antri
7. apotik = apotek
8. asas = azas
9. atlet = atlit

B

10. bus = bis
11. berpikir = berfikir

C

12. cabai = cabe, cabay
13. cenderamata = cinderamata

D

14. daftar = daptar
15. definisi = difinisi
16. depot = depo
17. detail = detil
18. diagnosis = diagnosa
19. diferensial = differensial
20. dipersilakan = dipersilahkan
21. disahkan = disyahkan

E

22. ekspor = eksport
23. ekstrem = ekstrim
24. ekuivalen = ekwivalen
25. embus = hembus
26. esai = esei

F

27. formal = formil
28. februari = pebruari
29. fiologi = phiologi
30. fisik = phisik
31. foto = photo
32. fondasi = pondasi
33. frekuensi = frekwensi

G

H

34. hafal = hapal
35. hakikat = hakekat
36. hierarki = hirarki
37. hipotesis = hipotesa

I

38. insaf = insyaf
39. ikhlas = ihlas
40. impor = import
41. istri = isteri
42. ijazah = ajasah, ijasah
43. izin = ijin
44. imbau = himbau
45. isap = hisap

J

46. jaman = zaman
47. jenazah = jenasah
48. justru = justeru

K

49. karier = karir
50. kaidah = kaedah
51. kategori = katagori
52. khotbah = khutbah
53. konferesi = konperensi
54. kongres = konggres
55. kompleks = komplek
56. kualifikasi = kwalifikasi
57. kualitas = kwalitas
58. kuantitatif = kwantitatif
59. koordinasi = koordinir

L

M

60. manajemen = menejemen
61. manajer = menejer
62. masalah = masaalah
63. masjid = mesjid
64. merek = merk
65. meterai = meterei
66. metode = metoda
67. miliar = milyar
68. misi = missi
69. mulia = mulya
70. mungkir = pungkir
71. museum = musium

N

72. narasumber = nara sumber
73. nasihat = nasehat
74. November = Nopember

O

75. objek = obyek
76. objektif = obyektif

P

77. paspor = pasport
78. peduli = perduli
79. praktik = praktek
80. provinsi = propinsi
81. putra = putera
82. profesor = proffesor

Q

R

83. ramadhan = ramadan
84. risiko = resiko

S

85. saraf = syaraf
86. sekadar = sekedar
87. silakan = silahkan
88. sistem = sistim
89. saksama = seksama
90. standardisasi= standarisasi
91. subjek = subyek
92. subjektif = subyektif

T

93. teknik = tehnik
94. teknologi = tehnologi
95. terampil = trampil
96. telantar = terlantar

U

97. ubah = rubah
98. utang = hutang

V

99. varietas = varitas

W

X

Y

Z

BAPAK KEDOKTERAN DUNIA

Ibnu Sina (9801037) dikenal juga sebagai Avicenna di Dunia Barat adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan juga dokter kelahiran Persia (sekarang sudah menjadi bagian Uzbekistan). Ia juga seorang penulis yang produktif dimana sebagian besar karyanya adalah tentang filosofi dan pengobatan. Bagi banyak orang, dia adalah “Bapak Pengobatan Modern” dan masih banyak lagi sebutan baginya yang kebanyakan bersangkutan dengan karya-karyanya di bidang kedokteran. Karyanya yang sangat terkenal adalah Qanun fi Thib yang merupakan Referensi di bidang kedokteran selama berabad-abad.

Ibnu Sina bernama lengkap Abū ‘Alī al-Husayn bin ‘Abdullāh bin Sīnā (Persia ابوعلى سينا Abu Ali Sina atau dalam tulisan arab : أبو علي الحسين بن عبد الله بن سينا). Ibnu Sina lahir pada 980 di Afsyahnah daerah dekat Bukhara, sekarang wilayah Uzbekistan (kemudian Persia), dan meninggal pada bulan Juni 1037 di Hamadan, Persia (Iran).

Dia adalah pengarang dari 450 buku pada beberapa pokok bahasan besar. Banyak di antaranya memusatkan pada filosofi dan kedokteran. Dia dianggap oleh banyak orang sebagai “bapak kedokteran modern.” George Sarton menyebut Ibnu Sina “ilmuwan paling terkenal dari Islam dan salah satu yang paling terkenal pada semua bidang, tempat, dan waktu”. Karyanya yang paling terkenal adalah The Book of Healing dan The Canon of Medicine, dikenal juga sebagai sebagai Qanun (judul lengkap: Al-Qanun fi At Tibb).

Ibnu Sina merupakan seorang filsuf, ilmuwan, dokter dan penulis aktif yang lahir di zaman keemasan Peradaban Islam. Pada zaman tersebut ilmuwan-ilmuwan muslim banyak menerjemahkan teks ilmu pengetahuan dari Yunani, Persia dan India. Teks Yunani dari zaman Plato, sesudahnya hingga zaman Aristoteles secara intensif banyak diterjemahkan dan dikembangkan lebih maju oleh para ilmuwan Islam. Pengembangan ini terutama dilakukan oleh perguruan yang didirikan oleh Al-Kindi. Pengembangan ilmu pengetahuan di masa ini meliputi matematika, astronomi, Aljabar, Trigonometri, dan ilmu pengobatan.[1]. Pada zaman Dinasti Samayid dibagian timur Persian wilayah Khurasan dan Dinasti Buyid dibagian barat Iran dan Persian memberi suasana yang mendukung bagi perkembangan keilmuan dan budaya. Di zaman Dinasti Samaniyah, Bukhara dan Baghdad menjadi pusat budaya dan ilmu pengetahun dunia Islam.[2]

Ilmu ilmu lain seperti studi tentang Al-Quran dan Hadist berkembang dengan perkembangan dengan suasana perkembangan ilmiah. Ilmu lainya seperti ilmu filsafat, Ilmu Fikih, Ilmu Kalam sangat berkembang dengan pesat. Pada masa itu Al-Razi dan Al-Farabi menyumbangkan ilmu pengetahuan dalam bidang ilmu pengobatan dan filsafat. Pada masa itu Ibnu Sina memiliki akses untuk belajar di perpustakaan besar di wilayah Balkh, Khwarezmia, Gorgan, Kota Ray, Kota Isfahan dan Hamedan. Selain fasilitas perpustakaan besar yang memiliki banyak koleksi buku, pada masa itu hidup pula beberapa ilmuwan muslim seperti Abu Raihan Al-Biruni seorang astronom terkenal, Aruzi Samarqandi, Abu Nashr Mansur seorang matematikawan terkenal dan sangat teliti, Abu al-Khayr Khammar seorang fisikawan dan ilmuwan terkenal lainya.

Jumlah karya yang ditulis Ibnu Sina (diperkirakan antara 100 sampai 250 buah judul). Kualitas karyanya yang bergitu luar biasa dan keterlibatannya dalam praktik kedokteran, mengajar, dan politik, menunjukkan tingkat kemampuan yang luar biasa. Beberapa Karyanya yang sangat terkenal diantara lain :

  • Qanun fi Thib (Canon of Medicine) (Terjemahan bebas : Aturan Pengobatan)
  • Asy Syifa (terdiri dari 18 jilid berisi tentang berbagai macam ilmu pengetahuan)
  • An Najat
  • Mantiq Al Masyriqin (Logika Timur)

Selain karya filsafatnya tersebut, Ibnu Sina meninggalkan sejumlah esai dan syair. Beberapa esainya yang terkenal adalah :

  • Hayy ibn Yaqzhan
  • Risalah Ath-Thair
  • Risalah fi Sirr Al-Qadar
  • Risalah fi Al- ‘Isyq
  • Tahshil As-Sa’adah

Dan beberapa Puisi terpentingnya yaitu :

  • Al-Urjuzah fi Ath-Thibb
  • Al-Qasidah Al-Muzdawiyyah
  • Al-Qasidah Al- ‘Ainiyyah

SEJARAH FARMASI DUNIA

Sejak masa Hipocrates (460-370 SM) yang dikenal sebagai “Bapak Ilmu Kedokteran”, belum dikenal adanya profesi Farmasi. Seorang dokter yang mendignosis penyakit, juga sekaligus merupakan seorang “Apoteker” yang menyiapkan obat. Semakin lama masalah penyediaan obat semakin rumit, baik formula maupun pembuatannya, sehingga dibutuhkan adanya suatu keahlian tersendiri. Pada tahun 1240 M, Raja Jerman Frederick II memerintahkan pemisahan secara resmi antara Farmasi dan Kedokteran dalam dekritnya yang terkenal “Two Silices”. Dari sejarah ini, satu hal yang perlu direnungkan adalah bahwa akar ilmu farmasi dan ilmu kedokteran adalah sama.

Dampak revolusi industri merambah dunia farmasi dengan timbulnya industri-industri obat, sehingga terpisahlah kegiatan farmasi di bidang industri obat dan di bidang “penyedia/peracik” obat (=apotek). Dalam hal ini keahlian kefarmasian jauh lebih dibutuhkan di sebuah industri farmasi dari pada apotek. Dapat dikatakan bahwa farmasi identik dengan teknologi pembuatan obat.

Pendidikan farmasi berkembang seiring dengan pola perkembangan teknologi agar mampu menghasilkan produk obat yang memenuhi persyaratan dan sesuai dengan kebutuhan. Kurikulum pendidikan bidang farmasi disusun lebih ke arah teknologi pembuatan obat untuk menunjang keberhasilan para anak didiknya dalam melaksanakan tugas profesinya.

Dilihat dari sisi pendidikan Farmasi, di Indonesia mayoritas farmasi belum merupakan bidang tersendiri melainkan termasuk dalam bidang MIPA (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) yang merupakan kelompok ilmu murni (basic science) sehingga lulusan S1-nya pun bukan disebut Sarjana Farmasi melainkan Sarjana Sains.

Departemen Tenaga Kerja Republik Indonesia (1997) dalam “informasi jabatan untuk standar kompetensi kerja” menyebutkan jabatan Ahli Teknik Kimia Farmasi, (yang tergolong sektor kesehatan) bagi jabatan yang berhubungan erat dengan obat-obatan, dengan persyaratan : pendidikan Sarjana Teknik Farmasi.

Buku Pharmaceutical handbook menyatakan bahwa farmasi merupakan bidang yang menyangkut semua aspek obat, meliputi : isolasi/sintesis, pembuatan, pengendalian, distribusi dan penggunaan.

Silverman dan Lee (1974) dalam bukunya, “Pills, Profits and Politics”, menyatakan bahwa :

1. Pharmacist lah yang memegang peranan penting dalam membantu dokter menuliskan resep rasional. Membanu melihat bahwa obat yang tepat, pada waktu yang tepat, dalam jumlah yang benar, membuat pasien tahu mengenai “bagaimana,kapan,mengapa” penggunaan obat baik dengan atau tanpa resep dokter.
2. Pharmacist lah yang sangat handal dan terlatih serta pakart dalam hal produk/produksi obat yang memiliki kesempatan yang paling besar untuk mengikuti perkembangan terakhir dalam bidang obat, yang dapat melayani baik dokter maupun pasien, sebagai “penasehat” yang berpengalaman.
3. Pharmacist lah yang meupakan posisi kunci dalam mencegah penggunaan obat yang salah, penyalahgunaan obat dan penulisan resep yang irrasional.

Sedangkan Herfindal dalam bukunya “Clinical Pharmacy and Therapeutics” (1992) menyatakan bahwa Pharmacist harus memberikan “Therapeutic Judgement” dari pada hanya sebagai sumber informasi obat.

Melihat hal-hal di atas, maka nampak adanya suatu kesimpangsiuran tentang posisi farmasi. Dimana sebenarnya letak farmasi ? di jajaran teknologi, Ilmu murni, Ilmu kedokteran atau berdiri sendiri ? kebingungan dalam hal posisi farmasi akan membingungkan para penyelenggara pendidikan farmasi, kurikulum semacam apa yang harus disajikan ; para mahasiswa bingung menyerap materi yang semakin hari semakin “segunung” ; dan yang terbingung adalah lulusannya (yang masih “baru”), yang merasa tidak “menguasai “ apapun.

Di Inggris, sejak tahun 1962, dimulai suatu era baru dalam pendidikan farmasi, karena pendidikan farmasi yang semula menjadi bagian dari MIPA, berubah menjadi suatu bidang yang berdiri sendiri secara utuh.rofesi farmasi berkembang ke arah “patient oriented”, memuculkan berkembangnya Ward Pharmacy (farmasi bangsal) atau Clinical Pharmacy (Farmasi klinik).

Di USA telah disadari sejak tahun 1963 bahwa masyarakat dan profesional lain memerlukan informasi obat tang seharusnya datang dari para apoteker. Temuan tahun 1975 mengungkapkan pernyataan para dokter bahwa apoteker merupakan informasi obat yang “parah”, tidak mampu memenuhi kebutuhan para dokter akan informasi obat Apoteker yang berkualits dinilai amat jarang/langka, bahkan dikatakan bahwa dibandingkan dengan apotekeer, medical representatif dari industri farmasi justru lebih merupakan sumber informasi obat bagi para dokter.

Perkembangan terakhir adalah timbulnya konsep “Pharmaceutical Care” yang membawa para praktisi maupun para “profesor” ke arah “wilayah” pasien.

Secara global terlihat perubahan arus positif farmasi menuju ke arah akarnya semula yaitu sebagai mitra dokter dalam pelayanan pada pasien. Apoteker diharapkan setidak-tidaknya mampu menjadi sumber informasi obat baik bagi masyarakat maupun profesi kesehatan lain baik di rumah sakit, di apotek atau dimanapun apoteker berada.

Sumber Pustaka :

1. Ansel, H. C., 1985, Introduction to Pharmaceutical Dosage Forms, Ed 4, Lea & Febiger, Philadelphia USA.
2. Herfindal, E. T., 1992, Clinical Pharmacy and Therapeutics, Ed 5, Williams & Wikins, Philadelphia USA.
3. Gennaro, A. R., 1995, Rhemington’s Pharmaceutical Sciences, Ed 19, Mack Publishing Comp, Easton Pensylvania, USA
4. Feldman, E. G., 1990, Handbook of Non Prescription Drugs, Ed 9, APHA, USA
5. Wade, A., 1980, Pharmaceutical Handbook, Ed 19, The Pharmaceutical Society of Great Britain, The Pharmaceutical Press, London.